Chapter 11

1115 Words

ARIAN WIDJAJA             Sehari setelah pementasan, Andini menghampiri gue di kelas.             “Gimana Melati? Baik-baik aja?” tanyanya, seolah dia bukan orang yang berencana ngebongkar rahasia gue dan Melati.             “Jarang ngontak gue sih. But I think she’s doing well. Kelewat betah malah di sana,” ucap gue tanpa menatapnya, sibuk menyalin PR milik Aditi, cewek yang pinter tapi nggak pelit.             “Gue nggak bakal jadiin Melati anceman lagi. Rasanya nggak adil jadiin perhatian dan rasa sayang seorang kakak sebagai titik lemah,” katanya lirih.             Seketika gue mendongak. “Is that really you? My Andini?”             “Iya ini Andini. Tapi cukup Andini aja. Nggak pakek My Andini. Gue bukan Andini lo!” tukasnya.             Gue tertawa. “Harusnya gue tahu kalau lo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD