ENAND Masih dengan kisah dua tahun lalu…, “Temenin gue ke tempat si b******n itu. Jangan sampai Kazi tahu,” ajak Sakta malam hari setelah kami berjanji untuk nggak memperpanjang kasus itu ke polisi. Dan malam itu…, untuk pertama kalinya kami menggila. Membalaskan sakit yang dialami Kazi. Menghajar seluruh orang yang menghalangi kami untuk mencapai si akar masalah ini, termasuk membakar tempat itu. Nggak ada satu pun dari gue maupun Sakta yang inget berapa orang dan betapa parahnya keadaan manusia yang berada di sana, saat kami mengamuk. Hanya karena nama yang disandang oleh keluarga gue, gue dan Sakta bisa terbebas dari segala penyelidikan dan tuntutan. Tanpa peduli apakah satu atau lebih nyawa melayang di sana. Gue memandang tangan kanan gue yang se

