Chapter 18

1268 Words

PRAMUDHINA MELATI             Aku seharusnya tidak berada di sini. Aku seharusnya tidak terlibat. Tapi aku tidak bisa menolak ketika nama Arian disebut. Julian memohon padaku untuk ikut dengannya. Ia membuatku yakin dengan membiarkanku berbicara dengan Arian melalui ponselnya. Dan kini, cowok itu sedang terdiam di sisi bangku taman bersamaku. Aku sibuk menoleh kanan-kiri. Takut tertangkap satpol PP atau pihak penyisir anak-anak yang suka bolos sekolah. Ya, tentu saja. Ini masih jam sekolah dan Mama akan memotong uang sakuku kalau beliau tahu putrinya jadi anak badung dengan coba-coba bolos sekolah. Oh bukan coba-coba sih. Ini yang ke-dua kali.  Tapi masalahnya, kali ini aku sedang bolos demi permainan konyol Arian dan sahabatnya ini, tanpa tahu menempati posisi mana dan apa sebenarnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD