Chapter 19

2141 Words

ARIAN WIDJAJA             Gue lagi nyuci motor saat Melati tiba-tiba datang mendorong gue ke dinding.             “Manfaatin gue buat ngancem dan mukulin musuh lo seenaknya! Kenapa lo jadi selicik itu, sih?” bentak si kecil itu tiba-tiba. Wajahnya mendadak galak.             “Bisa nggak pelan-pelan aja ngomongnya?” Gue nepis tangan Melati yang nahan bahu gue ke dinding. Menatap matanya yang begitu berani membara di hadapan gue. Ini pertama kalinya dia menatap gue seperti ini.             Matanya menajam. “Lo udah ngelawan Kak Enand sama Kak Sakta secara nggak adil, Yan!”              “Lo panggil dia apa?” tanya gue. Berharap salah dengar.             “Kak Sakta sama Kak Enand! Kenapa?” balasnya, terkesan menantang. Damn! Apa sih yang terjadi sama anak ini? Kenapa jadi begini sikapn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD