Udara di ruang kerja kediaman Baskara terasa kembali menegang hingga batas tertinggi lebih berat dari sebelumnya. Kalimat terakhir yang disampaikan Junaidi seolah menjadi palu yang memukul langsung ke titik paling rapuh namun paling berharga dalam seluruh pertahanan Andra: surat resmi yang ditujukan khusus kepada Ayu. Andra melepaskan rangkulannya perlahan namun dengan gerakan yang penuh ketegangan terpendam. Matanya yang biasanya tajam dan dingin kini berkilat penuh ancaman yang nyata sisi sang penguasa mutlak yang tidak akan pernah memaafkan siapa pun yang berani menyerang apa yang ia anggap milik dan tanggung jawab terbesarnya. Ia melangkah cepat mendekati Junaidi, tangannya terulur meminta dokumen itu langsung. “Berikan padaku,” ucapnya singkat, namun nada suaranya cukup membuat siap

