51

1332 Words

Di lapangan proyek, Victoria kembali menjadi dirinya yang lain, dirinya yang paling utuh. Begitu turun dari mobil, langkahnya langsung sigap, wajahnya fokus, sorot matanya tajam namun tenang. Helm keselamatan sudah terpasang rapi di kepalanya, rompi proyek membalut tubuhnya, menyamarkan segala kerumitan emosi yang sempat muncul sejak pagi. Di hadapannya, area pembangunan terbentang luas dengan suara mesin, teriakan mandor, dan denting besi yang saling bersahutan. Victoria tidak hanya berdiri mengamati. Dia turun langsung, menyusuri setiap sudut, mengecek fondasi, membaca gambar kerja yang dibuka di tabletnya, lalu mencocokkannya dengan kondisi lapangan. Sesekali dia berhenti, bertanya pada site engineer, memberi catatan kecil, atau mengoreksi detail yang nyaris luput dari perhatian oran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD