50

1282 Words

Ternyata kedatangan Kalla sama sekali bukan kebetulan. Pria itu melangkah lebih dekat, lalu meletakkan sebuah paper bag berwarna netral di atas meja, tepat di samping piring Victoria. Gerakannya tenang, seolah itu hal paling wajar di dunia. “Buat kamu,” kata Kalla santai. Victoria mengerjap. “Ini…?” “Baju,” jawab Kalla ringan. “Alex yang minta aku bawain.” Ucapan itu membuat Victoria spontan menoleh ke arah Alex. Pria itu sama sekali tidak menanggapi, bahkan tidak menatap balik. Dia kembali fokus pada tabletnya, rahangnya mengeras tipis, seolah topik itu tidak perlu diperdebatkan. “Tenang aja,” lanjut Kalla, lalu terkekeh kecil. “Aku juga minta bantuan Verbena buat milihin. Jadi aman. Kantoran, tapi masih kamu banget.” Victoria membuka paper bag itu pelan. Di dalamnya tersusun rapi s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD