Makan malam itu berjalan dengan tenang tapi penuh tekanan. Jarvis belum membahas niatnya melamar Sera.
Dia membiarkan malam itu berjalan seperti apa adanya, menikmati perjamuan mereka sebelum akhirnya membahas hal yang lebih inti.
Ayah Sera mengeluarkan anggur terbaik yang dia miliki. Cairan merah itu dituangkan ke dalam gelas, sekarang mereka sudah berada di ruang tamu.
Sera duduk di dekat ibunya, dia diam dan menunduk. Dia tidak perlu bicara, dia hanya ingin melihat bukti keseriusan Jarvis dan bagaimana Leon menghadapi pria itu.
Leon sendiri duduk dengan tenang. Dia terlihat cukup percaya diri karena dia memegang kendali. Dia hanya butuh kesempatan.
Jarvis mengambil gelas minumannya, menggoyang isinya dengan perlahan. Entah kenapa semua menahan nafas, dan diam dalam penuh ketegangan.
Jarvis tersenyum dingin sebelum meneguk minuman itu.
“Bagaimana, Tuan Broklyn?” akhirnya dia angkat bicara, “Kalian belum memberikan jawaban apakah kalian menerima pinanganku atau tidak? Dan asal kalian tahu?” Jarvis menatap Ayah Sera, tajam, dan penuh ancaman.
“Aku bukan orang yang suka ditolak dan kembali dengan tangan kosong.”
Henry menghela nafas, “Untuk itu kau harus menanyakan putriku secara langsung.”
“Aku tidak perlu bertanya padanya lagi karena kemarin kami sudah membahasnya. Yang ingin aku dengar sekarang adalah jawaban dari kalian.”
“Sera,” Martha memegangi tangan putrinya, “Apa yang kalian bicarakan kemarin?”
“Mom, aku?” Sera kembali menunduk dan pura-pura takut untuk berbicara.
“Jangan mengintimidasi adikku!” Leon yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara.
“Mengintimidasi?” senyum dinginnya kembali melengkung di bibir, “Apa maksud perkataanmu itu, Tuan Broklyn? Apa kau memiliki bukti aku sedang mengintimidasi adikmu?”
“Tuan Jackson, aku rasa kau sudah mendengar ini, kami berdua saling mencintai dan sebentar lagi kami akan bertunangan.”
“Aku memang pernah mendengarnya,” Jarvis menegakkan duduknya.
“Kalau begitu,” Leon menatap pria itu tanpa gentar, “Seharusnya kau tidak meminta Sera apalagi di hadapanku. Aku yakin Tuan Jackson tidak kekurangan wanita, dan aku pun yakin banyak yang ingin menjadi istrimu.”
“Kau benar,” Jarvis tampak tenang, minuman dalam gelas kembali digoyang, “Semua orang tahu akan hubungan kalian. Tapi apa kau pikir aku peduli?”
Tatapan matanya tertuju pada Leon, “Aku beritahu, aku tidak peduli sama sekali dengan hubungan kalian berdua. Wanita yang aku inginkan, sudah pasti harus aku dapatkan!”
“Itu berarti Tuan Jackson meremehkan aku!” suaranya meninggi, Henry terlihat cemas.
“Tuan Broklyn, kita baru bicara sekarang. Tapi kau menuduh aku meremehkanmu. Tunjukkan buktinya kalau aku melakukannya.”
Leon mengepalkan tangan. Dia tahu kalau dia bicara terlalu jauh akan menimbulkan masalah.
“Tapi Sera adalah kekasihku, dan aku tidak akan memberikannya pada siapapun termasuk dirimu!”
“Jadi kau ingin melawanku?” gelas diletakkan ke atas meja, “Apa kalian rela kehilangan semuanya?”
“Tidak,” Henry menjawab dengan cepat, “Tolong jangan mengancam kami seperti itu.”
“Sudah aku katakan, aku tidak suka penolakan!”
“Leon,” Sera memegangi tangan pria itu. Dia menatap Leon dengan mata berkaca, memohon tanpa kata seolah-olah dia tidak ingin bersama Jarvis.
Leon menghela nafasnya. Dia tidak mengerti kenapa Sera hanya diam. Padahal dia bisa menolak Jarvis secara terang-terangan di depan pria itu. Tapi Seea tak mengucapkan apapun, membiarkan dirinya menyelesaikan permasalahan itu.
“Kenapa, Sera? Apa kau menolakku?”
“Tuan Jackson, kalau aku menolakmu. Apa yang akan kau lakukan?” Sera mengangkat wajahnya, menatap pria itu secara langsung.
“Menghancurkan keluargamu, dan jika kau menerima lamaranku, maka aku akan menyingkirkan siapapun yang akan menyakiti dan memanfaatkanmu!”
“Tuan Jackson, memangnya siapa yang mau menyakitiku? Apa kau mengetahui sesuatu?”
Jarvis tersenyum, Gadis itu pandai memainkan perannya. Dan itu tidak terduga sama sekali.
“Kalau aku mengatakan padamu, apa kau mau percaya?”
“Jangan dengarkan dia, Sera!” ucap Leon dengan cepat, “Tidak ada satu orang pun yang akan menyakitimu. Kau tahu aku akan melindungimu. Jadi jangan tertipu dengan perkataannya!” celaka, jika sampai Sera bersama pria itu maka semua rencananya akan terancam gagal.
“Bagaimana jika yang dia katakan benar, Leon?” Sera pura-pura takut, “Bagaimana kalau ada orang yang ingin menyakitiku tanpa aku ketahui?”
“Tidak ada yang seperti itu, dia hanya menakutimu supaya kau mau menerima lamarannya.”
Sera menunduk, kembali terlihat takut dan cemas.
“Tuan Jackson, aku rasa kita berdua harus bicara secara empat mata,” akhirnya, kesempatan itu datang juga.
“Untuk apa? Bukankah lebih baik kita membicarakan ini di depan Sera dan kedua orang tuamu? Apa ada yang kau takuti, Tuan Broklyn?”
“Tidak, ini penting. Aku harap Tuan Jackson tidak keberatan.”
Jarvis menatap ke arah Sera, wanita itu sedikit mengangguk. Dan Jarvis tahu apa yang diinginkan olehnya.
“Baiklah. Aku tidak keberatan, lalu bagaimana dengan mereka? Bukankah ini tidak sopan?”
“Kami tidak keberatan,” ucap Henry, “Kami akan meninggalkan kalian dan aku percaya padamu, Leon.”
Henry berdiri, mengajak istri dan putrinya serta.
“Ayo kita tinggalkan mereka,” ajaknya.
Istrinya berdiri, begitu juga dengan Sera. Mereka memandangi Leon, menaruh harapan besar pada putra angkatnya itu. Tapi tidak bagi Sera. Dia justru memandang ke arah Jarvis.
Pria itu pun menatapnya. Meski tak ada senyum tapi mereka berdua sudah sama-sama tahu.
Henry mengajak Putri dan istrinya meninggalkan kedua pria itu. Mereka masuk ke dalam kamar, meninggalkan ketegangan yang menekan udara.
Leon tidak langsung bicara. Kali ini dia tampak lebih tenang, menuang minuman ke dalam gelas. Dan sikapnya berubah begitu juga dengan ekspresi wajahnya.
“Kita sudah tinggal berdua sekarang, apa yang ingin kau bicarakan?”
Leon tersenyum, dingin dan sinis.
“Aku tidak menduga akan bertemu denganmu dalam situasi seperti ini.”
“Jadi, kau pikir aku hanya bercanda saja selama ini?”
“Bukan seperti itu,” gelasnya diletakkan, “Aku hanya tidak menduga Tuan Jackson yang terhormat menginginkan wanita bekasku, dan bekas yang lain.”
“Wanita bekasmu?” Senyum tipisnya kembali terukir, “Apa maksudnya itu, Tuan Broklyn?”
“Aku bukannya ingin menghancurkan reputasi Sera,” ucap Leon tanpa basa-basi, “Tapi aku hanya igin kau tahu bahwa dia hanya wanita bekas yang aku pakai serta beberapa mantan-mantan kekasihnya dulu.”
“Oh, menarik,” Jarvis menautkan jari jemarinya, “Tolong jelaskan lebih rinci dan beri aku buktinya, Tuan Broklyn.”
Pria itu tersenyum licik. Dia mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya lalu meletakkannya ke atas meja.
“Tuan Jackson bisa melihat semua itu!”
Ekspresi wajahnya menunjukkan kemenangan. Dia pastikan, Jarvis pasti akan berubah pikiran. Dan tidak jadi meminang Sera demi harga diri dan reputasinya setelah melihat semua bukti menjijikkan itu.