Bab 21. Kepercayaan Diri Leon

1246 Words
Tidak terdengar apapun di luar, Henry dan istrinya terlihat begitu khawatir. Entah apa yang sedang dibicarakan Leon dan Jarvis, terus terang saja mereka sangat penasaran. Sera duduk dengan tenang di sisi ranjang. Tidak terlihat cemas, dia justru menantikan hasil dari percakapan kedua pria itu. Ruang tamu hening, belum ada satu kata pun yang terucap. Jarvis melihat foto-foto memalukan yang diletakkan oleh Leon. Tadinya foto itu akan dia pakai untuk mempermalukan Sera di acara ulang tahunnya, tapi sayangnya harus dia pakai sekarang untuk menghancurkan reputasi Sera. Semua itu tak ada dalam rencana. Tapi demi menyingkirkan pria itu dia harus menggunakannya. “Bagaimana, Tuan Jackson. Kau sudah melihat sendiri, bagaimana jalangnya Sera saat berada di luar.” “Kau memberikan foto-foto memalukan ini,” Jarvis melemparkan foto itu kembali ke atas meja, “Apa kau memiliki niat terselubung, Tuan Broklyn?” “Aku tidak memiliki niat apapun. Aku hanya ingin menyelamatkan reputasimu saja.” “Menyelamatkan reputasiku?” Jarvis tertawa rendah, “Itu terdengar seperti sebuah lelucon yang menggelikan.” “Jadi kau tidak percaya padaku?” rahangnya mengeras. Sudah sejauh itu. Dia tidak percaya pria itu tidak terpengaruh sama sekali. “Beritahu aku, kenapa kau ingin mempermalukan Sera?” Jarvis menatapnya dingin, “Bukankah dia adikmu dan orang yang begitu kau cintai? Tapi kenapa kau justru mempermalukannya, dan menunjukkan foto-foto tidak senonoh itu padaku?” Leon hendak membuka mulut, menjawab pertanyaannya. Tapi, Jarvis memotong terlebih dahulu. “Dia telah tidur dengan banyak laki-laki, dan bersikap ja**ng seperti yang kau katakan, tapi kenapa kau masih menginginkannya? Dibandingkan menyelamatkan harga diriku, bukankah lebih baik kau menyelamatkan harga dirimu terlebih dahulu?” Leon menghalangi napas, pura-pura tak berdaya. “Apa yang bisa aku lakukan?” ucapnya lirih, “Aku memiliki hutang budi pada keluarga ini dan aku diwajibkan untuk menikah dengan Sera. Aku harus menutupi aib itu agar tidak ada siapapun yang tahu. Dan aku diminta oleh mereka, untuk menolak pinanganmu secara langsung. Aku menunjukkan semua foto itu supaya kau berpikir ulang.” “Sangat luar biasa, Tuan Broklyn,” ucapannya penuh dengan cibiran, “Aku tidak menyangka kau begitu baik. Tapi kalau aku jadi kau, aku tidak akan melakukan semua kebodohan ini.” Leon menatap tajam, merasa pria itu tidak mudah dipengaruhi. Jarvis memajukan tubuhnya, lalu berbicara dengan pelan, “Kalau aku jadi dirimu, aku tidak akan repot-repot melakukan hal ini. Aku akan mendukung Sera menikah dengan siapapun. Dengan demikian beban dan tanggung jawab tidak ada lagi. Aku tidak perlu menikah dengan wanita yang sudah kotor. Bukankah seperti itu yang seharusnya dilakukan?” Pria itu tersenyum dingin, dan kembali berkata, “Atau jangan-jangan kau memang sengaja melakukan hal ini supaya tidak ada yang bisa menikahi Sera? Yang aku katakan ini, apakah benar?” Hening, tak ada yang bisa dikatakan oleh Leon. Hanya tatapan matanya saja yang berbicara, dan itu sudah cukup menjadi jawaban bagi Jarvis. “Kenapa diam? Apa semua yang aku katakan benar? Leon tertawa. Pria itu pandai, dan dia meremehkannya. “Aku terlalu meremehkanmu, Tuan Jackson,” ucapnya, “Yang kau katakan memang benar. Aku memang tidak ingin Sera menikah dengan siapapun. Kami berdua saling mencintai, dan aku tidak akan pernah menyerahkannya padamu!” “Jadi kau ingin menantangku?” “Untuk mempertahankan Sera sebagai calon istriku, aku tidak takut denganmu!” Jarvis tersenyum. Dia tahu hal itu akan terjadi dan dia pun tidak berharap mendapatkan Sera dengan mudah. Justru semakin sulit, semakin menantang baginya. “Menarik, Tuan Broklyn,” ucapnya tenang. Tidak ada amarah, tidak ada emosi yang dia tunjukkan. Padahal Leon pikir amarah pria itu akan langsung meledak. “Aku suka dengan tantangan, dan kita akan lihat nanti siapa yang akan dipilih oleh Sera.” “Sudah pasti dia akan memilihku,” ucap Leon penuh percaya diri, “Asal kau tahu saja, sejak dulu Sera mencintaiku dan dia tidak pernah berpaling pada laki-laki manapun. Apalagi dirimu, dia tidak akan melirik!” Perkataan itu terdengar begitu lucu sehingga membuat Jarvis tak bisa menahan diri untuk tidak tertawa. Kepercayaan diri pria itu begitu luar biasa, tapi dia juga ingin tahu kenapa Sera tiba-tiba memilihnya. “Aku suka dengan laki-laki yang penuh percaya diri seperti dirimu, Tuan Broklyn. Mari kita buktikan, siapa yang akan dipilih oleh Sera!” “Aku pasti menang tapi dengan satu syarat,” Leon pun memajukan tubuhnya sedikit, “Asalkan kau tidak mengancam dan tidak melakukan perbuatan curang, maka aku akan terima tantanganmu ini!” “Tenang saja,” Jarvis bersandar lalu menautkan jari-jemarinya, “Kalau Sera menolakku secara langsung maka aku akan mundur dengan jantan. Aku tidak akan mengusik kalian!” “Pegang ucapanmu itu, Tuan Jackson,” Leon tersenyum tipis, merapikan semua foto itu, “Dihari ulang tahun Sera, kami akan mengumumkan pertunangan kami. Dan jika kau bisa membuatnya berpaling dariku sebelum hari ulang tahunnya, maka kau bisa memilikinya!” “Menarik sekali, aku terima!” Leon tampak puas. Sera tidak mungkin mau bersama pria itu, meski Jarvis berusaha keras mengambil hatinya karena Cinta Sera hanya untuknya saja, dari dulu sampai sekarang. “Baiklah. Tapi setelah ini, kau harus membawa semua barang-barang itu kembali. Sera tidak akan menerimanya.” Jarvis hanya menanggapinya dengan senyuman. Tak ingin menerimanya? Pria yang terlalu percaya diri. “Apa yang telah aku berikan, tidak akan aku ambil kembali lagi. Itu pantangan untukku. Lagi pula itu untuk Sera, Bukan untukmu jadi biarkan dia mengambilnya!” “Hanya barang-barang seperti itu, apa kau pikir aku tidak bisa memberikannya?” “Tidak ada yang bilang tidak bisa, tapi itu barang-barang dariku. Dan tidak ada satu orang pun yang boleh mengambil barang itu darinya!” “Baiklah,” Leon berdiri, “Aku rasa percakapan kita sudah selesai, Tuan Jackson. Aku akan memanggil mereka keluar untuk mengantar kepergianmu.” Dia melangkah pergi dengan ekspresi puas. Meski pria itu memiliki kekuasaan, tetapi dia tidak akan bisa mengambil Sera darinya. Leon memanggil yang lain. Henry dan Martha bergegas keluar. “Bagaimana?” mereka tak sabar untuk mengetahui hasil dari percakapan itu. “Tidak perlu khawatir. Aku telah berbicara dengannya. Dan Tuan Jackson berkata dia bersedia menunda lamarannya.” Mendengar itu cukup membuat kedua orang tuanya sangat lega. “Kami tahu kau bisa diandalkan,” ucap ayahnya. “Pergilah. Dia bilang ingin berpamitan,” Leon meninggalkan mereka, masuk ke dalam kamarnya. Sera dan kedua orang tuanya menghampiri Jarvis. Begitu Sera datang, pria itu langsung menatap ke arahnya. “Tuan Jackson, kami rasa—” “Aku tahu,” potong Jarvis. Dia membawa kursi rodanya, mendekati Sera. Tangan Gadis itu diraih, lalu dibawa ke bibirnya. “Untuk malam ini, pertemuan kita sampai di sini. Semua yang aku bawa simpan baik-baik karena aku akan datang lagi bersama kedua orang tuaku. Pada saat itu, kau tak boleh menolaknya.” Kedua orang tua Sera saling pandang. Kenapa Jarvis berbicara seperti itu? Apakah Leon tidak berhasil menolak lamarannya? “Tidak perlu khawatir, Tuan Broklyn,” ucap Jarvis seolah tahu kegelisahan Ayah Sera, “Kami telah membuat kesepakatan antar lelaki. Dan aku pastikan, akan datang lagi.” “Baiklah. Aku minta maaf jika ada yang kurang dan menyinggung perasaan Tuan Jackson. Semoga makan malam yang kami suguhkan berkesan.” Jarvis hanya mengangguk. Dia kembali menatap Sera, dan memberi isyarat dengan tatapan matanya. Sera tersenyum tipis, dia percaya pria itu tidak akan mengecewakannya sama sekali. Mereka mengantar kepergian Jarvis, sedangkan Leon melihat kepergian pria itu dari kamarnya. Walau tidak sepenuhnya menggagalkan niat Jarvis, tapi setidaknya malam ini dia telah berhasil membatalkan keinginan pria itu untuk menikahi Sera. Sekarang dia hanya perlu memberikan seluruh perhatiannya pada Sera agar tidak berpaling pada Jarvis Jackson.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD