Ruang rapat dipenuhi aura formal yang menekan. Meja panjang dari kayu gelap membentang rapi, dikelilingi para petinggi perusahaan. Wajah-wajah yang terbiasa memutuskan nasib ratusan orang hanya dengan satu anggukan. Leon duduk di kursi utama, tenang dan berwibawa. Di sisi kanannya, Sera duduk tegak, bahunya lurus, sorot matanya jernih. Hampir semua petinggi melihatnya, wajah baru yang belum pernah mereka lihat. Sera belum sempat memperkenalkan dirinya karena waktu yang tak banyak. Dia terlalu muda di antara jas-jas mahal dan tatapan penuh perhitungan itu, dan Leon, dia menantikan permainan itu. Rapat dimulai dengan laporan keuangan. Semuanya berjalan lancar. Sera mempelajari semuanya, tidak ada yang dia lewatkan. Dan setelah selesai, Leon melirik sekretarisnya, Maya. Wanita ber

