Bab 27. Ditipu Dengan Cara Yang Sama

1051 Words
Sera keluar dari kamarnya secara diam-diam. Dia melihat ke ruang tamu, hanya ada Ayah dan Ibunya. Dia mencari keberadaan Leon karena dia berniat menyadap ponsel Leon. Dia harus segera melakukannya secepat mungkin supaya dia tahu apa yang direncanakan oleh Leon. Dia juga sudah tak sabar ingin mengetahui siapa wanita yang menjadi selingkuhan Leon. Dia yakin, Leon pasti menghubungi wanita itu tanpa sepengetahuannya. Mulai sekarang dia harus mulai mengumpulkan bukti semua kejahatan Leon, karena dia akan membongkar semuanya sekaligus. Sera melangkah perlahan menuju kamar Leon. Berharap pria itu tidak ada di dalam Dengan pelan, Sera mengetuk pintu kamar itu hanya untuk memastikan. Kalau ada jawaban, maka dia akan pergi. Tidak ada jawaban. Dia kembali mengetuk pelan. Ini kesempatan. Sepertinya Leon memang tidak ada. Sera memutar gagang pintu dengan perlahan, tapi kedatangan seorang pelayan justru mengejutkan dirinya. “Nona,” panggilan itu membuatnya berteriak. Sera memegang dadanya, menatap pelayannya itu dengan nafas memburu. “Bisakah tidak mengejutkan aku?” “Maaf, Nona. Tuan sedang mencarimu,” pelayan itu menunduk, dia benar-benar tidak berniat mengejutkan Sera. “Baiklah," Sera melihat sekitarnya, “Apa kau melihat Leon? Dia ada di kamarnya atau tidak?” “Aku tidak tahu, Nona. Aku tidak melihatnya sejak tadi.” Sera mengangguk. Kemungkinan besar Leon memang berada dalam kamarnya. Sebaiknya dia menunggu waktu yang aman. Dia tidak boleh menggagalkan rencananya sendiri dan membuat kesalahan. Karena kalau sampai Leon tahu apa yang dia lakukan, maka semuanya akan gagal. Dia memutuskan untuk pergi mencari kedua orang tuanya. Ayahnya telah menunggu, dan terlihat gelisah. “Kenapa, Dad?” “Kami hanya ingin tahu. Bagaimana pertemuanmu dengan Jarvis? Apa dia mau menerima barang-barangnya kembali?” “Untuk itu, kalian tidak perlu khawatir. Dia bilang akan menerimanya asalkan aku mengembalikannya secara langsung.” “Syukurlah, kami sangat lega mendengarnya.” ucap ibunya. “Tidak perlu cemas, Mom. Aku bisa mengatasi ini. Nanti malam, aku akan menemuinya lagi.” “Malam ini?” ibunya gelisah, “Apa perlu ditemani?” “Tidak perlu, Mom. Aku mau mencari Leon, dia di mana?” “Kami tidak melihatnya. Mungkin di kamar.” “Baiklah, aku cari dia dulu.” Sera melangkah pergi, berniat ke kamar Leon. Namun langkahnya terhenti secara tiba-tiba saat melihat Leon sedang berdiri di sisi kolam renang. Ponselnya berada di tangan. Dia terlihat serius berbicara dengan seseorang. Rasa penasaran Sera semakin tinggi. Dia bergegas keluar, tapi dia mengendap-ngendap karena dia tidak ingin Leon melihat dan tahu keberadaannya. Leon sedang berdiri membelakanginya. Dan itu sangat menguntungkan bagi Sera. Dia berdiri di balik pohon besar untuk mendengar apa yang sedang dibicarakan oleh pria itu. “Tidak perlu cemas, aku akan menemuimu besok siang.” suaranya terdengar samar tapi Sera dapat mendengarnya dengan baik. “Aku tahu apa yang kau khawatirkan. Tapi percayalah padaku, semua akan baik-baik saja. Dan Sera tidak akan tahu pertemuan kita.” Leon terdengar begitu percaya diri. Sera jadi ingin tahu siapa yang ingin ditemui Leon. Bisa saja penjahat yang ada di foto itu dan bisa saja kekasihnya. “Sayang, Sudah aku katakan hanya kau saja yang aku cintai. Dan dia bukan apa-apa bagiku.” Sera terbelalak. Oh, rupanya Leon sedang menghubungi selingkuhannya. Senyuman terukir di wajah. Benar-benar kebetulan yang sangat luar biasa. “Katakan saja apa yang kau inginkan, aku pasti akan membawakannya,” Leon masih belum sadar kalau Sera sedang menguping. “Bagus, Leon,” batinnya, “Tanpa kau sadari kau telah membuka jalan bagiku karena aku memang ingin tahu siapa sebenarnya selingkuhanmu itu.” “Besok siang,” gumamnya. Kalau begitu besok siang dia akan mengikuti Leon secara diam-diam. Sera segera pergi sebelum Leon menyadari keberadaan!ya. Tidak menyangka dia akan mendengar hal luar biasa itu. Nasib baik memang sedang berpihak padanya. Dia masuk ke dalam kamarnya, berpura-pura tidak mendengar apapun. Dan Leon, begitu dia kembali, seorang pelayan menghampirinya. “Tuan, Nona Sera mencarimu tadi.” “Mana dia sekarang?” “Ada di kamarnya.” Leon segera bergegas, mencari Sera. Pintu kamar gadis itu diketuk, Leon memanggilnya dengan pelan. “Aku dengar kau memanggilku, apa kau ada di dalam?” Sera tersenyum. Dia segera bergegas. Saat pintu terbuka, Sera memasang wajah cemberut. “Kau pergi ke mana, Leon?” dia pura-pura merajuk. “Maaf, aku tidak bermaksud membuatmu marah. Tapi aku sedang menghubungi rekan bisnisku dan itu sangat penting. Aku tidak boleh membuatnya marah karena kau tahu, itu bisa membuat kita berada dalam masalah.” “Bahkan di rumah pun kau lebih mementingkan bisnis,” Sera melangkah masuk, dan Leon mengikutinya. “Sayang, kau harus mengerti kalau bisnis kita juga sangat penting.” “Aku tahu,” Sera menjatuhkan diri di sisi ranjang. Rekan bisnis? Sungguh, dia sangat ingin tertawa. Bukan karena kebohongan itu. Tapi karena kebodohannya, yang terus ditipu dengan cara yang sama. Dan bodohnya, dia mempercayai semua yang Leon katakan. Leon berdiri di hadapannya lalu berjongkok dengan perlahan, “Jangan marah Lagi. Sekarang katakan padaku, kenapa kau mencariku?” kedua tangan Sera digenggam, pria itu tersenyum dengan tulus. “Aku ingin mengajakmu pergi besok siang,” Sera sengaja, ingin melihat bagaimana reaksi Leon. “Besok siang?” dahinya berkerut. “Kenapa? Jangan katakan kau tidak bisa?” Sera menarik tangannya, menyilangkannya di depan d**a, “Aku akan marah, Leon!” “Maaf, Sayang,” Leon menggenggam tangannya lagi, lebih erat, “Aku bukannya tidak mau, tapi besok aku ada janji penting dengan klien. Dan aku tidak bisa membatalkan janji itu secara mendadak. Aku harap kau mengerti dan tidak memaksa aku untuk membatalkan pertemuan itu.” Sera tertawa dalam hati. Masih berdusta dengan cara yang sama? Ingin menemui klien atau menemui selingkuhannya? Dulu dia percaya mentah-mentah dan menganggap Leon begitu luar biasa tapi sekarang semua itu sangat menjijikkan. “Jadi kau tidak bisa pergi bersamaku?” “Sekali lagi maaf, tapi aku berjanji akan menebusnya. Lusa, atau besok malam, kita pergi bersama. Oke?” “Baiklah,” Sera pura-pura kecewa, “Tapi kau harus berjanji untuk menemaniku setelah ini.” “Tentu saja, aku akan membelikan apapun yang kau mau,” Leon mengecup punggung tangannya dengan lembut. Beruntungnya, Sera dapat dia tipu dengan mudah. Memang gadis yang bodoh. Sera tidak akan pernah tahu kalau dia sedang menipunya. Sera tersenyum manis. Dia tidak sabar hari esok cepat datang. Tapi malam ini, dia ada janji dengan Jarvis. Dia harus pergi menemui pria itu, mengenalnya lebih jauh dan menikmati kebersamaannya dengan pria itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD