Dunia Gibran

1060 Words

...menghancurkan segalanya? Alina memejamkan mata di kursi belakang taksi, mencoba mengusir citra dingin wajah Soraya. Aroma samar parfum mahal dari jaket Gibran, yang kini tergeletak kusam di trotoar hotel, terasa menempel di seluruh kulitnya, sebuah bau dosa yang tidak akan bisa dicuci bersih. Ia menyentuh pipinya, merasakan sensasi kulit yang terasa perih. Kepalanya berdenyut tak karuan, kombinasi antara migrain yang dipicu alkohol dan lonjakan adrenalin yang mematikan. Rasa mual itu semakin kuat. Kali ini, bukan mual akibat minuman keras, ini adalah reaksi visceral terhadap fakta. Ia melarikan diri dari seorang pria yang berselingkuh hanya untuk menjadi pihak ketiga dalam pernikahan pria lain, yang sialnya adalah cinta pertamanya. Taksi itu melaju kencang menuju kawasan apartemennya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD