"Bagaimana keadaan Mama saya, Dok?" tanya Rey dengan tidak sabar pada dokter yang duduk didepannya. "Keadaan Bu Indira saat ini kritis, ada gumpalan darah di otak nya akibat benturan itu. Kita berdoa saja, semoga beliau bisa melewati masa kritisnya," tutur dokter. "Tolong lakukan yang terbaik untuk Mama saya, " ucap Rey memohon pada dokter. Rey keluar dari ruangan dokter, berjalan dengan sempoyongan menyusuri lorong rumah sakit. Tangan kirinya bertumpu pada dinding, berjalan dengan perlahan menuju kamar Indira, pandanganya sedikit kabur dan tubuhnya terasa lemas setelah mendengar penjelasan dokter. Ceklek. Begitu sampai didepan kamar Indira, Rey pun membuka pintu dan masuk. Dia berdiri didekat Rani yang sedang duduk di samping ranjang, dan memegang tangan Indira. "Bagaimana kata do

