Entah kenapa, sejak pagi hati Rani merasakan firasat yang tidak baik, seperti ada hal buruk yang akan terjadi. Ditambah lagi dia baru saja mendapat telepon dari Indira, yang dengan tiba-tiba mengajaknya pergi ke kantor Rey tanpa alasan. Membuat perasaanya semakin tidak karuan. Dia khawatir terjadi hal buruk pada Rey. "Ada apa Ya Tuhan?" tanyanya membatin. Rani menutup berkas laporan yang baru saja di bacanya, karena pikiran dan konsentrasinya terpecah tidak bisa fokus bekerja. Dia bangkit dari tempat duduk, berjalan mondar-mandir didepan meja kerjanya seperti setrika. Tangan kanannya terangkat setinggi dagu, tanpa sadar dia menggigiti ujung kuku jempolnya karena gugup memikirkan kemungkinan yang akan terjadi. Beberapa menit kemudian, Indira pun datang dan masuk keruang kerja Rani. Ran

