Ruang Yang Tak Kusangka

2774 Words

Perjalanan dari kantor ke gereja terasa sedikit berbeda. Lampu-lampu kota mulai menyala, langit perlahan berubah warna. Aku berkendara dengan tenang, membiarkan angin menyentuh kulitku saat motor melaju. Aku tidak merasa perlu menutupi diri. Aku juga tidak ingin menunjukkan apa pun. Aku hanya berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetap sebagai diriku sendiri. Lampu halaman gereja terlihat dari kejauhan, hangat dan stabil, berbeda dengan jalanan yang mulai ramai oleh cahaya kendaraan. Aku memperlambat motor saat masuk ke area parkir. Suasananya terasa lain, lebih tenang dan tertata. Mesin kumatikan, lalu aku melepas helm dan menggantungkannya di stang. Aku berdiri sejenak sebelum melangkah. Udara malam terasa lebih ringan. Ada aroma khas, sedikit lembap dan bercampur kayu tua. Bau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD