Richard

3121 Words

Aku masih berada dalam pelukan Tian saat ia menahanku di sana. Lengannya melingkari pinggangku—longgar, namun mantap. Bukan pelukan seseorang yang takut kehilangan, melainkan milik orang yang yakin aku tak akan pergi ke mana-mana. Napasnya kini lebih teratur, hangat menyentuh rambut dan tengkukku. Sementara aku… masih sepenuhnya terjaga. Ucapan itu belum juga hilang dari benakku: “Rara yang dulu tenang, sekarang sudah seperti pelacur.” Aneh. Kata itu tidak menyakitiku. Tidak membuatku ingin menarik diri, tidak pula membuat dadaku sesak. Yang justru muncul adalah rasa dingin yang perlahan merayap—seperti ketika seseorang mengucapkan sesuatu yang sebenarnya sudah lama kita ketahui, tetapi baru sanggup kita dengar dari mulut orang lain. Aku menyadari satu hal dengan jelas: yang berubah buk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD