BAB 2

1240 Words
Mudah saja bagi Kennard untuk mendapatkan perempuan untuk memuaskan hasratnya, namun miliknya tidak mau berdiri untuk perempuan lain. Contoh sekarang dia sudah naked, dan perempuan itu pun naked, tinggal dimasuki saja. Namun, anehnya setelah kehadiran Kejora, seakan miliknya mati, hanya akan berdiri jika melihat keseksian seorang Kejora. Kennard mendesah frustasi, lalu mengenakan kembali pakaiannya yang terlempar ke sana ke mari. Membuat perempuan bayarannya itu menatap heran kepada pria itu. "Kenapa-" Kennard menyimpan uang beberapa lembar yang berwarna merah di atas meja, kemudian meninggalkan hotel. Varel tidak ingin pulang ke rumah sekarang, yang ada ia hanya akan terpancing oleh tubuh Kejora. Akhirnya di memutuskan untuk ke bar tempatnya untuk menikmati dunia. Setelah sampai ke tempat itu, Kennard langsung ke meja bartender untuk memesan minuman, namun matanya terfokus ke dance floor, di mana Kejora sedang menari di sana, dan tangan seorang cowok bergerilya di balik dress yang dikenakan oleh Kejora, dan sesaat kemudian laki-laki itu mencium Kejora dengan penuh nafsu. "b*****t!" Kennard langsung menghajar pria kurang ajar itu sampai babak belur, sementara Kejora masih asik menari dengan keadaan mabuk. Kennard langsung menggendong Kejora keluar dari bar itu. "Panas ..., " keluh Kejora, akhirnya Kennard menyalakan ac mobilnya dengan suhu yang sangat dingin. "Kamu kalau mau digrepe-grepe, mending minta saya aja. Jangan laki-laki lain, ingat?" Kennard langsung menggunakan tangan nakalnya untuk bergerilya di tubuh Kejora. Mulai dari memegang dadanya dari dalam dress, dan menciumnya tanpa ampun, Kejora membalas, seakan memaksa Kennard untuk memperdalam ciuman itu. Namun, Kennard langsung menghentikan ciuman itu dan mendesah frustasi, lagi-lagi miliknya akan menegang di samping Kejora, ia tidak mungkin bercinta dalam keadaan mabuk seperti ini, kalau memang melakukannya harus dalam keadaan sadar. "Sial! Lagi-lagi mandi air dingin." Kennard pun melajukan mobil ke rumahnya dengan kecepatan tinggi, dia sudah gerah padahal cuaca malam ini cukup dingin ditambah ac yang menyala, tapi tetap saja Kennard kepanasan. Setelah sampai di rumah, Kennard langsung menggendong Kejora ke kamarnya. Kennard melepas high heels yang melekat di kakinya, kemudian dia mencari baju tidur di lemari Kejora. Tidak mungkin gadis itu tidur dengan dress. Kennard pun melepaskan dress itu yang tersisa hanya pakaian dalam, dengan susah payah Kennard menahan dirinya agar tidak terdoga, setelah selesai menggantikan pakaian itu, Kennard langsung ke kamarnya, dia butuh mandi air dingin sebanyak-banyaknya. *** Saat ini Kennard dan Kejora baru saja selesai sarapan. "Kejora, semalam kamu kenapa ke bar?" "Diajak teman. Aku juga penasaran bar seperti apa." "Teman laki-laki?" Kejora mengangguk. "Lain kali kalau mau ke bar itu sama saya aja. Cowok semalam grepe-grepe dan nyium kamu." "Iya?" Kennard menyeringai. "Lain kali kalau cari partner m***m, hubungi saya aja." "Semalam kamu tahan ya? Padahal kamu kan yang gantiin aku baju?" "Iya." "Kenapa ditahan? Bukannya semalam itu kesempatan?" "Karena saya bukan penjahat kelamin, saya juga enggak mau perkosa orang mabuk." Kejora tersenyum, berarti Kennard tidak seburuk itu, masih punya hati untuk menjaga mahkotanya. Akhirnya Kejora, beranjak dari tempatnya, dia mengecup bibir Kennard sekilas. "Kecupan buat kamu, karena kamu udah lindungi aku." Kennard berdiri dari tempatnya dan mencium bibir Kejora dengan intens, Kejora melingkari tangangannya ke leher Kennard, dan membalas ciuman dahsyat pria itu. Setelah mereka kehabisan napas baru ciuman itu dilepaskan. "Ken, aku boleh nanya apa?" "Apa?" "Kenapa kamu suka cium aku?" "Bibirmu enak soalnya." Kejora langsung menendang organ Vitalnya Kennard, mungkin sekarang telah menjadi hobi Kejora. "Ajarin, biar enggak usah berdiri pagi-pagi." "Sialan." Lagi-lagi Kennard harus mandi air dingin, rasanya sebentar lagi tubuh Kennard akan membeku kedinginan karena sering mandi ai dingin. Ini semua gara-gars kejora yang selalu saja menggoda dirinya. "Kejora ... " Kennard menghampiri Kejora yang sedang mencuci piring. "Mau rasain surga dunia enggak?" "Ogah, kalau belum halal mah." "Apa ini kode biar saya nikahin kamu?" Kejora langsung menyiram wajah Kennard dengan air bekas cuci piring. "Maunya dapat suami yang kalem, bukan yang mesum." "Anak kecil kurang ajar, tunggu balasanku ya." Kejora langsung lari ke kamarnya, dan meninggalkan Kennard yang kesal setengah mampus. *** Kennard mendesah frustasi, lalu memakai kembali pakaiannya yang terlempar ke sana ke mari. Membuat perempuan bayarannya mengejutkan bagi pria itu. "Kenapa-" Kennard menyimpan uang beberapa lembar yang berwarna merah di atas meja, kemudian meninggalkan hotel. Varel tidak ingin pulang ke rumah sekarang, yang ada hanya akan terpancing oleh tubuh Kejora. Akhirnya di memutuskan untuk ke bar tempat untuk menikmati dunia. Setelah sampai ke tempat itu, Kennard langsung ke meja bartender untuk memesan minuman, namun terfokus ke lantai dansa , di mana Kejora sedang menari di sana, dan tangan seorang cowok bergerilya di balik gaun yang diminta oleh Kejora, dan sesaat kemudian beralih ke laki-laki itu mencium Kejora dengan penuh nafsu. "b*****t!" Kennard langsung menghajar pria hubungan intim itu sampai babak belur, sementara Kejora masih asik menari dengan keadaan mabuk. Kennard langsung menggendong Kejora keluar dari bar itu. "Panas ...," keluh Kejora, akhirnya Kennard menemukan ac mobilnya dengan suhu yang sangat dingin. "Kamu mau mau digrepe-grepe, tolong minta aku aja. Jangan laki-laki lain, ingat?" Kennard langsung menggunakan tangan nakalnya untuk bergerilya di tubuh Kejora. Mulai dari memegang dadanya dari dalam gaun, dan menciumnya tanpa ampun, Kejora membalas, seakan membalas Kennard untuk memperdalam ciuman itu. Namun, Kennard langsung melepaskan ciuman itu dan mendesah frustasi, lagi-lagi miliknya akan menegang di samping Kejora, ia tidak mungkin bercinta dalam keadaan seperti ini, jika memang perlu dalam keadaan sadar. "Sial! Lagi-lagi mandi air dingin." Kennard pun melaju mobil ke rumah dengan kecepatan tinggi, dia sudah gerah padahal malam ini cukup dingin ditambah ac yang diaktifkan, tapi tetap saja Kennard kepanasan. Setelah sampai di rumah, Kennard langsung menggendong Kejora ke kamarnya. Kennard melepas sepatu hak tinggi yang terpasang di lemari, kemudian dia mencari baju tidur di lemari Kejora. Tidak mungkin gadis itu tidur dengan pakaian. Kennard melepaskan pakaian yang hanya pakaian dalam saja, dengan susah payah Kennard memegang pakaian agar tidak terdogat, setelah selesai membeli pakaian itu, Kennard langsung ke kamarnya, dia butuh mandi air dingin sesuai-jumlah. *** Saat ini Kennard dan Kejora baru saja selesai sarapan. "Kejora, semalam kamu kenapa ke bar?" "Diajak teman. Aku juga penasaran bar seperti apa." "Teman laki-laki?" Kejora mengangguk. "Lain kali kalau mau ke bar itu sama aku aja. Cowok semalam grepe-grepe dan nyium kamu." "Iya?" Kennard menyeringai. "Lain kali kalau cari partner m***m, hubungi saya aja." "Semalam kamu tahan ya? Padahal kamu kan yang gantiin aku baju?" "Iya." "Kenapa ditahan? Bukannya semalam itu kesempatan?" "Karena saya bukan penjahat kelamin, saya juga enggak mau perkosa orang mabuk." Kejora tersenyum, berarti Kennard tidak seburuk itu, masih punya hati untuk menjaga mahkotanya. Akhirnya Kejora, beranjak dari tempatnya, dia mengecup bibir Kennard sekilas. "Kecupan buat kamu, karena kamu udah lindungi aku." Kennard berdiri dari tempatnya dan mencium bibir Kejora dengan intens, Kejora melingkari tangangannya ke leher Kennard, dan membalas ciuman dahsyat pria itu. Setelah mereka kehabisan napas baru ciuman itu dilepaskan. "Ken, aku boleh nanya apa?" "Apa?" "Kenapa kamu suka cium aku?" "Bibirmu enak soalnya." Kejora langsung menendang organ Vitalnya Kennard, mungkin sekarang telah menjadi hobi Kejora. "Ajarin, biar enggak usah berdiri pagi-pagi." "Sialan." Lagi-lagi Kennard harus mandi air dingin, rasanya sebentar lagi tubuh Kennard akan membeku kedinginan karena sering mandi ai dingin. Ini semua gara-gars kejora yang selalu saja menggoda dirinya. "Kejora ... " Kennard menghampiri Kejora yang sedang mencuci piring. "Mau rasain surga dunia enggak?" "Ogah, kalau belum halal mah." "Apa ini kode biar saya nikahin kamu?" Kejora langsung menyiram wajah Kennard dengan air bekas cuci piring. "Maunya dapat suami yang kalem, bukan yang mesum." "Anak kecil kurang ajar, tunggu balasanku ya." Kejora langsung lari ke kamarnya, dan meninggalkan Kennard yang kesal setengah mampus. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD