"Dua hari ini kamu gak masuk kuliah?" "Kebetulan kemarin aku ada urusan biasalah Dav 'kan seorang pengusaha, jadi aku menemani dia." Alana terpaksa berbohong pada Pras, agar dia tidak bertanya lagi. "Oh pantesan, sekarang sibuk ya karena sudah jadi istri pengusaha sampai lupa kalau aku mengajak kamu makan ditempat restoran kesukaan kita dulu." Alana tersenyum tipis, ia bingung harus menolak dengan kalimat seperti apa agar terdengar lebih pas ditelinga Pras. "Pras, sepetinya kita tidak bisa seperti dulu. Kamu sendiri tahu, aku sudah menikah." "Iya, aku tahu. Makanya aku tidak memaksakan kehendakku sendiri, tapi kita masih bisa makan bareng di kantin bukan?" Alana mengangguk, setelah itu ia pamit untuk segera masuk ke kelasnya. Di sana Bebi sudah ada dan langsung histeris saat melihat

