IL. 33

1552 Words
Alya terdiam seketika setelah mendengar ucapan Yudha itu, Alya tak mengerti mengapa Yudha berkata kalau ia tak membutuhkan maaf dari Alya. Apakah Yudha tak merasa kalau perkataan waktu itu sudah menyakiti perasaan Alya. "Aku tidak mau!" Ucap Alya cepat menolak keras ucapan Yudha. "Apa? Kenapa." Tanya Yudha cepat dengan wajah seriusnya menatap lekat ke arah Alya. "Aku tidak mau ke restoran dengan mu, Yudha." Ucap Alya cepat dengan wajah seriusnya itu menatap lekat ke arah Yudha. "Alya tolong jangan seperti ini.. aku benar-benar tak bisa menolak perintah Vino, aku berkerja di bawah kuasa Ayah Vino." Ucap Yudha cepat dengan wajah memohonya itu. "Tenang saja, Yudha.. aku tidak akan membiarkan mu mendapatkan masalah! Aku akan datang ke restoran itu sendiri, tampa hadir mu di samping ku." Ucap Alya cepat dengan wajah marahnya itu menatap lekat ke arah Yudha. Yudha menghela napasnya dengan berat lalu ia berkata "Baiklah jika itu memang sudah mau mu, dan tolong di ingat untuk tidak datang terlambat.. aku tak ingin terkena masalah hanya karna dirimu, Alya." Ucap Yudha cepat dengan wajah seriusnya itu segera melangkah pergi meninggalkan Alya seorang di diri di taman itu. "Aku tidak akan membuat mu terkena masalah itu adalah janji ku." Ucap Alya cepat dengan wajah seriusnya itu menatap lekat ke arah Yudha. "Baiklah, kalau begitu aku akan pergi dan menunggu kedatangan mu di restoran." Ucap Yudha cepat setelah mengatakan itu Yudha pun segera berjalan pergi menjauh dari Alya. Yudha menghela napasnya berulang kali saat ia mulai menjalankan motornya ke luar area kampus. Saat ini ia merasa benar-benar kalut dan tau harus pergi kemana karna jam masuk restoran masih sekitar satu jam lagi. Yudha akhirnya memutuskan untuk ke rumah Yasril dan adik-adiknya yang mana untuk membuat pikiran Yudha tak lagi tertuju pada Alya saja. Yudha yang melihat sebuah konter ponsel dari kejahuan sontak teringat akan ucapan Agas yang beride untuk membelikan ketiga anak kecil itu sebuah ponsel yang bisa di jadikan alat komunikasi itu. Tak berapa lama Yudha pun telah sampai di rumah Yasril, Yudha segera memarkirkan motornya di halaman depan rumah Yasril lalu baru setelah itu ia masuk ke dalam rumah dan mengucap salam "Assalamualaikum," Ucap Yudha cepat dengan wajah tersenyum kecilnya itu segera masuk ke dalam rumah tua milik Yasril dan kedua adiknya itu. "Waalaikumsalam, Kak Yudha." Jawab Dendy cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu ke arah Yudha. "Bagaimana kabar Tirta, Dendy?" Tanya Yudha cepat dengan wajah tersenyum kecilnya itu. "Alhamdullilah, Kak Yudha.. Tirta sudah mulai membaik." Ucap Dendy cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu. "Alhamdulillah kalau begitu, kenapa rumah sepi? Dendy." Ucap Yudha cepat dengan wajah bingung itu karna Yudha tak bisa melihat sosok Yasril di dalam rumah atau pun di liar rumah itu. "Tirta, sedang tidur dan Kak Yasril sedang belanja keperluan di toko depan sana." Ucap Dendy cepat dengan menjawab pertanyaan Yudha dengan jujur. "Ohh begitu ya, lalu bagaimana dengan sekolah mu dan Yasril? Suka dengan sekolah barunya." Tanya Yudha cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu. "Suka! Disana Dendy dapat tempat duduk di bagian depan." Ucap Dendy cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu kini terlihat bahwa Dendy sangat bahagia. "Bagus kalau begitu," Ucap Yudha cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu segera mengelus pelan dan lembut puncuk kepala Dendy. Tak berapa lama kini Yasril telah pulang sehabis belanja keperluan kamar mandi seperti sabun dan odol serta barang-barang lainnya. "Ssalamualaikum." Ucap Yasril cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu saat melihat Yudha yang kini tengah duduk di ruangan tengah rumahnya itu. "Waalaikumsalam," Jawab Yudha dan Dendy secara barengan dengan wajah tersenyum lebarnya itu ke arah Yasril yang baru saja tiba di rumah. "Sudah lama Kak Yudha sampainya?" Tanya Yasril cepat segera duduk di sisi kanan Yudha. "Baru saja, bukan begitu Dendy?" Ucap Yudha cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu ke arah Dendy setelah itu barulah ke arah Yasril. "Benar, Kak Yasril." Ucap Dendy cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu. "Kalau begitu akan Yasril buatkan minuman kopi dulu untuk, Kak Yudha." Ucap Yasril cepat ingin segera bangkit dari duduknya namun Yudha dengan cepat melarang Yasril untuk membuatkannya minuman itu. "Tidak perlu, Yasril.. Kakak sebelum kesini tadi sudah habis minum kopi dan makan, jangan repot-repot membuatkan atau menghidangkan sesuatu untuk Kak Yudha." Ucap Yudha cepat dengan wajah tak enak hatinya itu pada Yasril dan adik-adiknya itu. "Kakak, juga kesini karna ingin memberikan satu buah ponsel pada kalian bertiga." Ucap Yudha cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu segera menyerahkan satu keresek berwarna putih kepada Yasril dan Dendy. "Apa ini, Kak Yudha?" Tanya Yasril cepat dengan wajah seriusnya itu menatap lekat ke arah Yudha sebelum membuka isi dari keresek berwarna putih itu. "Ponsel, pakai untuk yang baik-baik dan berguna saja ya." Ucap Yudha cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu. "Baik, Kak Yudha.. terimakasih banyak." Ucap Yasril dan Dendy cepat dengan wajah tersenyum kecilnya itu menatap lekat ke arah Yudha. "Sama-sama," Ucap Yudha cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu. Setelah membuat dirinya dan pikirannya tenang beberapa saat kini Yudha kembali teringat pada Alya dan Vino. Yudha pun dengan malas berangkat ke restoran tidak seperti hari biasanya. Sesampainya di restoran, Yudha terperangah saat banyak hiasan bunga serta balon dan kue bertingkat tiga yang di setiap tingkat ada foto Alya dengan Vino. "Yudha, kau sudah datang? Dimana, Alya." Tanya Vino cepat dengan wajah terkejutnya itu saat melihat Yudha datang sendiri tampa Alya bersamanya. "Alya, menolak datang bersama ku Vino.. dia ingin datang sendiri ke restoran." Ucap Yudha cepat menjawab dengan jujur pertanyaan Vino. "Apa? Seharusnya kau membujuknya, Yudha! Teman-teman ku sebentar lagi akan datang! Dan Alya, sampai sekarang belum juga datang.. apa yang harus ku katakan pada mereka." Ucap Vino cepat dengan wajah seriusnya itu merasa kesal pada Yudha yang tak bisa datang dengan Alya. "Aku tidak mengerti, kenapa kau sangat memaksa ku untuk datanh bersama dengan Alya? Bukankah kau yang berpacaran dengan Alya, seharusnya kau lebih mengkhawatirkan Alya dimana saat ini di bandingkan dengan pendapat teman-teman mu.. Vino." Ucap Yudha cepat dengan wajah seriusnya itu menatap lekat ke arah Vino. "Tau apa kau tentang hubungan ku dengan, Alya dan teman-teman ku! Kau hanya seorang kasir! Jadi jangan banyak bertanya dan lebih baik kau berkerja sana." Ucap Vino cepat segera pergi keluar dari dalam bangunan restoran lalu dengan cepat berjalan ke arah parkiran mobilnya. Yudha yang mendengar ucapan Vino itu seketika terbengong mencoba mencerna sikap dan ucapan Vino yang tak seperti biasanya itu. "Mungkin dia hanya berkata seperti itu saat sedang marah saja, tak baik aku berburuk sangka, Yudha." Ucap Yudha lirih segera berjalan ke arah kasir tempatnya berkerja itu. Waktu terus berlalu namun baik Vino dan Alya belum kunjung-kunjung datang yang mana membuat Yudha serta para chef dan pegawai restoran yang sejak tadi telah berjaga kini tak tau harus berbuat apa yang mana membuat sang pemilik restoran menyuruh para pegawainya untuk di pulangkan saja. "Yudha, tolong kau dan para pegawai lainya membersihkan semua ini terlebih dahulu sebelum kalian semuanya pulang ke rumah masing-masing." Ucap sang pemilik restoran itu cepat yang notabennya adalah seorang Ayah Vino. "Baik, Bos." Ucap semua pegawai restoran dan Yudha cepat dengan sigap itu. Sekitar 30 menit telah berlalu kini Yudha dan pegawai lainnya sudah selesai merapihkan semua seisi restorannya itu, setelah selesai merapihkan semuanya kini Yudha bersiap ingin pergi pulang ke rumahnya. Yudha segera menjalakan motornya dengan cepat menuju ke arah pulang kosanya itu, namun di tengah-tengah jalan Yudha segera memberhentikan laju motornya saat ia melihat sosok Alya yang sedang duduk di pinggiran taman bermain itu. Yudha memberanikan tekatnya untuk berjalan ke arah Alya dan memastikan keadaanya saat itu juga, Yudha pun berkata "Alya, apa kau baik-baik saja." Ucap Yudha cepat dengan wajah seriusnya itu segera berjalan ke arah Alya. Seketika Yudha terkejut saat melihat wajah Alya yang basah karna tangisannya itu, Yudha seketika langsung memeluk tubuh Alya yang kini sedang bergemetaran itu mencoba menenangkan Alya lewat pelukanya itu. "Alya, menangislah sepuas mu tumpahkan semuanya.. aku akan tetap disini di samping mu dan menemani mu." Ucap Yudha cepat dengan wajah sendunya itu. "Yudha," Ucap Alya cepat berteriak sambil menangis kencang di dalam pelukan Alya itu. Setelah beberapa menit berlalu kini Alya sudah tenang dan Yudha pun segera melepaskan pelukannya dengan cepat. "Maaf, aku bukan bermaksud ingin memeluk mu tampa izin." Ucap Yudha kikuk dengan wajah merah karna malunya itu. "Tidak apa-apa Yudha, kali ini ku biarkan kau memeluk ku tampa izin.. dan terimakasih karna sudah berada di samping ku dan bersama ku untuk melalui semuanya." Ucap Alya cepat dengan wajah tersenyum kecilnya itu pada Yudha. "Maksudnya semua itu adalah memangis bukan? Kau menangis dengan cukup lama Alya, wajah mu sekarang terlihat begitu sebab sehabis menangis." Ucap Yudha cepat dengan wajah tersenyum kecilnya itu. "Benarkah? Bagaimana ini? Apa yang akan di pikirkan orang tua ku nanti." Ucap Alya cepat dengan wajah paniknya itu. "Sebantar lagi juga akan hilang, Alya.. kau tenang saja." Ucap Yudha cepat dengan wajah tersenyum kecilnya itu mencubit gemas hidung mancung Alya. "Aww! Sakit sekali." Ucap Alya cepat dengan wajah cemberut tak sukanya itu. Yudha dan Alya saling memandang satu sama yang lainya lalu sesaat kemudian Yudha dan Alya langsung tertawa bersama-sama. "Alya, bolehkah aku menanyakan sesuatu?" Tanya Yudha cepat setelah mereka berdua telah berhenti tertawa. "Tanyakan saja apa yang ingin kau tanyakan Yudha, tapi tolong jangan bertanya tentang kenapa aku menangis tadi." Ucap Alya cepat dengan wajah tersenyum kecilnya itu. Yudha menundukan pandangan ke bawah karna sesuatu yang ia ingin tanyakan tadi sudah lebih dahulu di tolak oleh Alya untuk di pertanyaankan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD