Bab 21. Terjadi Pendarahan

1098 Words
“Keyzia?!” kaget Zello saat mendapati sang murid yang telah tergeletak mengenaskan dengan pelipis yang terus mengeluarkan darah segar. Dengan gemetar, Zello pun bergegas menghampiri tubuh ringkih tersebut seraya mengecek nadi Keyzia guna memastikan. “Keyzia, tolong tahan sebentar lagi. Kita akan ke rumah sakit agar kamu dapat segera ditangani,” ujar Zello sembari berusaha mengangkat tubuh sang murid untuk dibawanya masuk ke dalam mobil. *** Kini Zello telah berhasil membawa Keyzia ke rumah sakit dengan tepat waktu. Dan sekarang, Keyzia tengah ditangi oleh dokter yang membuat Zello semakin khawatir akan sang murid yang tengah berada di dalam ruangan tersebut. “Ah, aku harus mengabari tante Kania sekarang juga,” ujar Zello yang kemudian segera mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya dengan begitu tergesa. “Halo tante,” sapa Zello setelah panggilan tersebut terhubung. “Halo Zello, ada apa yang menelpon? Bukankah saat ini kamu tengah berada di rumah bersama Keyzia?” tanya Kania yang tampak heran dengan Zello yang mendadak menghubunginya. “K—Keyzia… tengah ditangani oleh dokter saat ini tante. Zelo sedang berada di rumah sakit untuk menemaninya,” jawab Zello yang membuat Kania terdiam di seberang sana. “Apa maksudmu, Zello? Tolong berbicara dengan jelas ya,” ujar Kania yang tersenyum dengan kekehan paksa. “Keyzia masuk rumah sakit tante. Zello menemukannya di teras rumah dengan pelipisnya yang mengeluarkan darah. Zello tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, namun Zello berhasil membawa Keyzia ke rumah sakit untuk ditangani dengan tepat waktu,” balas Zello yang membuat air mata Kania menetes dari seberang sana. “Jadi saat ini, Keyzia….” “Ya, Keyzia tengah ditangani oleh dokter tante. Sekarang ini kita hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya. Tante tolong untuk tidak panik ya, Zelllo yakin Keyzia akan baik-baik saja nantinya. Jadi, tante harus tenang ya,” ujar Zello yang berusaha untuk membuat Kania tenang. Meskipun saat ini, dirinya sendiri masih gemetar karena khawatir dengan sang murid yang masih berada di dalam. “Di rumah sakit mana kamu sekarang, Zello?! Tante harus mendampinginya, tante tidak bisa diam saja seperti ini sedangkan Keyzia tengah ditangani di sana,” tanya Kania yang benar-benar sudah tak tahan lagi. Ia harus mendampingi sang anak di sana, ia tidak bisa membiarkan Keyzia berjuang sendirian tanpa dirinya yang ikut menguatkan. “Tante, lebih baik tante tenang dulu ya. Zello menyarankan tante untuk tetap berada di toko. Kenapa? Karena akan sangat berbahaya jika tante pergi menyusul dalam kondisi panik seperti ini. Zello juga tentu tidak bisa menjemput tante karena harus mendampingi Keyzia di sini. Zello juga akan selalu mengabari tante jika ada perkembangan nantinya,” ujar Zello yang tidak menyarankan Kania untuk menyusulnya ke rumah sakit. Karena tentu, ia tidak ingin terjadi sesuatu yang membahayakan nantinya pada Ibu dari sang murid. “Tapi Zello—“ “Zello tidak akan mematikan teleponnya tante. Tolong untuk tenangkan dulu diri tante, setelah itu barulah tante bisa menyusul ke sini. Zello tidak ingin tante kenapa-napa nantinya karena pergi dalam kondisi panik seperti ini. Tolong mengerti ya tante, Zello bukannya tidak ingin tante datang untuk mendampingi Keyzia, hanya saja tante pun juga harus memperhatikan diri tante sendiri.” Zello memotong perkataan Kania lebih dulu. “B—baiklah Zello, tante mohon bantuan kamu untuk mendampingi Keyzia ya. Nanti tante akan menyusul,” balas Kania yang akhirnya menurut pada Zello. “Baik tante, kita doakan yang terbaik saja yang untuk Keyzia.” “Iya Zello, pastinya.” Setelah beberapa saat kemudian, pintu ruangan pun terbuka yang menampakkan sosok dokter yang baru saja keluar. Dengan segera, Zello pun menghampiri dokter tersebut untuk menanyakan bagaimana keadaan Keyzia. “Bagaimana keadaannya sekarang, dokter?” tanya Zello dengan raut wajah khawatirnya. Begitu pun dengan Kania yang senantiasa mendengar di seberang sana. “Benturan di kepala pasien dapat ditangani dengan baik, beruntung anda tepat waktu membawa pasien ke rumah sakit. Namun karena sempat terjadi sedikit pendarahan, pasien membutuhkan waktu beberapa hari untuk dapat siuman. Setelah ini pasien juga akan ditempatkan ke ruang perawatan. Namun sebelumnya, mohon untuk selesaikan administrasi terlebih dahulu dengan segera,” jelas sang dokter pada Zello. “Baik dok, saya akan segera mengurus administrasinya. Kalau begitu terima kasih banyak, saya akan pergi untuk mengurus sekarang juga.” Setelahnya, Zello pun bergegas untuk mengurus administrasi agar Keyzia dapat segera dipindahkan. Tak lupa, lebih dulu ia sudah menutup sambungan telepon dengan Kania. Dan saat ini, Kania pun tengah bersiap untuk menyusul sang anak. “Zello, bagaimana keadaan Keyzia sekarang?” tanya Kania yang kini telah berada tepat di samping Zello sembari menatap sang putri yang kini tengah terbaring pucat di atas brankar rumah sakit. “Seperti yang tante lihat, Keyzia belum sepenuhnya pulih. Karena sempat terjadi sedikit pendarahan, Keyzia harus tetap dirawat di sini agar dokter dapat selalu mengawasi perkembangan kondisinya,” jawab Zello apa adanya. “Kira-kira, berapa lama waktu yang dibutuhkan agar Keyzia dapat siuman, Zello?” tanya Kania lagi yang memang tak sabar untuk melihat sang anak membuka mata. “Dokter memperkirakan sekitar seminggu tante, jadi tolong bersabar ya. Kita doakan yang terbaik untuk Keyzia agar dia bisa cepat siuman dan pulih. Sehingga, kita dapat membawanya pulang,” jawab Zello sembari tersenyum ke arah Kania guna menenangkan. “Siapa yang telah berbuat k**i terhadap Keyzia seperti ini? Keyzia anak yang baik, mengapa dia selalu saja diperlakukan seperti ini. Ini semua karena tante yang tidak bisa menjaganya dengan baik. Tante terlalu sibuk menjaga toko sampai lengah dengan Keyzia,” ujar Kania yang menyalahkan dirinya. “Tante tidak boleh berbicara seperti itu, tante tidak salah kok. Tante sudah berusaha menjaga Keyzia dengan semampu tante. Tante juga menjaga toko demi memberi penghidupan untuk Keyzia, bukan? Jadi, tante tidak perlu menyalahkan diri seperti itu ya.” “Tante, diluar sana memang banyak sekali orang jahat yang selalu saja mengurusi urusan orang lain. Namun percayalah, tidak semuanya seperti itu. Hanya saja, Keyzia belum dipertemukan dengan orang baik yang bisa menerimanya dan berteman dengan Keyzia. Zello akan membantu Keyzia, jadi tolong percaya pada Zello ya? Zello juga akan menjaga Keyzia semampu yang dapat Zello lakukan. Jadi, tante tidak perlu terlalu khawatir ya? Kita jaga Keyzia bersama-sama ya tante, Zello yakin Keyzia pasti akan mendapatkan kehidupan yang layak suatu saat nanti,” balas Zello panjang lebar yang membuat Kania termenung sejenak. Ia merasa malu, sungguh Zello benar-benar anak yang baik dan dewasa. Kania menjadi sedikit lebih tenang saat mendengar penuturan Zello barusan. Kania begitu beruntung sang anak dapat mengenal sosok Zello yang sungguh luar biasa. Ia harap, Zello dapat menjaga Keyzia dengan baik. Meski tidak tahu dimasa depan nanti apakah Zello dapat bertahan atau tidak, namun Kania hanya harus memikirkan untuk kehidupan yang tengah dijalani sekarang ini.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD