7.liburan bersama sahabat

928 Words
Malam ini langit sangat cerah. Bintang pun ikut serta menghiasi langit malam. Lampu-lampu jalanan kota jakarta, terlihat indah dari atas balkon kamar. Tidak ada yang istimewa dimalam ini.h Hanya saja kedatangan kedua sahabatnya membuat kamar Dara yang biasanya sepi mendadal ramai. Ketiga sahabat itu kini tengah bertukar cerita. Mereka saling terbuka satu sama lain dan berbagi atas semua masalah yang ada. "Man, tahu gak sih lo? Waktu gue SMP, gue pernah naksir kakak kelas yang juteknya kebangetan.gue permah ditolak dia ditengah lapangan.waktu itu,hujan.parah banget sumpah"Dara, bercerita seraya mengingat kejadian waktu lalu.kejadian yang membuatnya malu setengah mati.jujur saja,kejadian itu membuatnya berfikir ulang jika ingin mengutarakan isi perasaannya kepada cowok yang dia suka. "Kok bisa?lo malu dong?emang cowoknya seganteng apa?sampai-sampai dia berani nolak lo" tanya Manda, seraya menatap Dara intens.dia tidak habis fikir,cewek secantik Dara pernah ditolak mentah-mentah oleh seorang cowok. "Soal malu,jangan ditanya lagi.gue hampir keluar dari sekolah sangking malunya.pokoknya dia itu ganteng,pintar,dan tentunya populer" jawab Dara, seraya tersenyum manis.mengingatnya membuat dia senang,dan juga malu. "Alah...,prett.gak percaya gue,Darakan kalau lihat cowok ganteng dikit matanya hijau.satpam rumah gue aja dia taksir,Man"sahut Kanaya, dari arah kamar mandi.jelas sekali bahwa kata-kata yang Kanaya lontarkan itu hanya omong kosong.Dara tahu rumah Kanaya saja,tidak. "Anjirrrr.....lo ya,Ay!!ya gak gitu juga kalik.gue naksir cowok juga pilih-pilih"Umpat dara,seraya mengibaskan rambut hitam panjangnya kebelakang.cewek yang terkenal dengan senyum manisnya itu,tengah menatap sahabatnya kesal. "Alah sok jual mahal lo"cibir Kanaya, seraya berbaring disamping Manda yang tengah memakan keripik tela.tanpa sengaja kaki Kanaya mengenai wajah Dara. "Bangsatt lo Ay,dasar anjing.muka gue nyet" maki Dara, seraya mengusap wajahnya dengan kasar.matanya menatap tajam,iris mata Kanaya. ''Gak sekalian lo absen nama-nama binatang yang ada di taman safari"sindir Kanaya,seraya menarik ujung bibirnya keatas.rasanya dia ingin sekali memaki semua orang.sungguh,moodnya hari ini sangat tidak stabil. "Udah-udah kalian ini kalau ketemu kayak kucing sama tikus.berantem terus"lerai Amanda,yang paling dewasa diantara mereka bertiga.sikapnya terbanding terbalik dengan usianya.cewek yang baru menginjak kelas X SMA selalu bersikap bijaksana dalam menyikapi setiap masalah. "Dara tuh man, duluan"adu Kanaya tidak mau disalahkan. "Gak,aya duluan yang mulai"bela Dara,seraya melipat kedua tangannya kedada. "Lo..!!" "Lo...!!" "Dara dulu" "Aya dulu" "Dara du...." ucapan Kanaya, terhenti karena dipotong oleh Manda. "STOP!!"teriak Manda, menggema diseluruh ruangan kamar Andara.ingin sekali dia marah kepada kedua sahabatnya.tapi Manda rasa,kalapun dia marah,itu semua tidak akan menyelesaikan masalah.justru akan membuat masalah semakin rumit. "Dara,minta maaf kepada Kanaya sekarang!!"pinta Manda, dengan suara lembut.dia tidak mau melukai hati kedua sahabatnya. "Tap..." "Gak ada penolakan Andara Alexy"seru Manda, penuh penekanan.dia ingin sahabatnya belajar meminta maaf,bukan saling menyalahkan. "Huff....padahal gue gak salah" gumam Dara,sembari mengerucutkan bibirnya. "Aya cantik,gue minta maaf.walaupun gue gak salah,tapi gue tetep mau minta maaf" ucap Dara, dengan nada terpaksa. "Hem..." dehem Kanaya,sebagai jawaban. "Aya,jawab yang benar" pinta Amanda,menatap garang kearah Kanaya. "Gue maafin.PUAS!!" teriak Kanaya diakhir kalimatnya.seraya menarik selimutnya. "Tidur,tidur,besok kita jalan-kalan" pinta manda kepada kedua sahabatnya. Pagi hari yang sangat cerah.burung-burung berkicau sangat indah.mentari pagi seakan ikut merasakan kebahagiaan tiga sahabat yang tengah menikmati hari weekendnya dengan berjalan-jalan dipusat pembelanjaan terbesar dikawasan jakarta. "Dar,ini bagus gak?" tanya Manda,sambil memegang mini dres didepan dadanya.mini dres berwarna merah muda itu terlihat elegan dengan tali pita kecil dibelakangnya. "Bagus.gimana kalau kita bertiga caple?"tanya Dara,meminta persetujuan kepada kedua sahabatnya. "Gue setuju" jawab Kanaya dan juga Manda, kompak. Mereka bertiga mengantri dikasir untuk membayar ketiga baju yang dia pilih. Mereka bertiga berjalan menuju penjual es krim.weekend hari ini sangat berkesan untuk ketiga sahabat itu. "Pak, es krim coklatnya satu ya?"pesan Dara, dengan senyum lebar. "Kalian berdua mau yang rasa apa?" tanya Dara, seraya menatap satu-persatu sahabatnya. "Vanila"jawab manda dan Kanaya,kompak. "Oke,tunggu.gue pesanin" ucap Dara, riang. Mereka hampir mati kebosanan menunggu es krim yang mereka pesan. "Ini neng,es krimnya" ucap si penjual es krim akhirnya. "Makasih,pak" balas Kanaya, dan lainnya kompak. "Habis ini mau kemana?" tanya Manda, sambil memakan es krim vanilanya. "Taman.ya...?ya....?ayolah,plis"mohon Dara, dengan wajah memelas. Tidak mau ambil pusing.Manda dan Kanaya langsung menujui usul yang Dara berikan. Tidak perlu waktu lama.Dara,Kanaya dan juga Manda, sudah sampai di taman kota.sore ini taman sangat ramai.banyak anak kecil yang bermain bersama orang tuanya,anak muda yang tengah berpacaran,atau anak kuliahan yang tengah membaca materi bukunya. "Manda,Dara,gue beli minuman dulu.haus habis makan es krim"ucap Kanaya, seraya memegang tenggorokannya. "Oh iya,gue tunggu disini sama manda" balas Dara, seraya tersenyum manis. Pikiran Kanaya sedikit kacau.dia menyerbang tanpa menoleh kanan dan kirinya.hingga hampir saja dia ditabrak oleh mobil putih yang melaju kencang. "AWAS....!!" seru cowok berjaket abu-abu,seraya menarik pergelangan tangan Kanaya. "Aa...."reflek Kanaya memejamkan matanya, seraya berteriak keras. Untung cowok tadi menolong Kanaya tepat waktu.kalau sampai terlambat sedikit saja,entah bagaimana nasib Kanaya. "Kalau mau nyebrang,lihat kanan dan kiri dulu.jangan asal nyebrang.kalau lo tadi ketabrak gimana?" bentak cowok itu,seraya menatap cewek didepannya tajam. Sedangkan yang diajak bicara malah diam dengan mulut menganga lebar.cowok itu cukup memakluminya,mungkin dia masih shock. "Hallo...!!" panggil cowok itu,seraya melambaikan tangannya didepan wajah Kanaya. "Dihhh.....malah ngalamun" gumam cowok itu, seraya tersenyum tipis.sangat tipis,hingga Kanayapun tidak menyadarinya. "Eh,maaf kak.btw makasih udah nolongin aku"ucap kanaya tulus kepada Devano.iya,yang menolong kanaya adalah Devano. "Hem...." dehem Devano, sebagai jawaban. "Eh...iya,maaf ya kak.aku harus kembali ketaman.soalnya udah ditungguin sama temanku" pamit Kanaya,dengan nada tidak enak. "Terserah" jawab Devano, acuh. Saat Devano, sudah pergi.Kanaya langsung kembali ke tengah-tengah taman untuk menyusul sahabatnya. "Kanaya mana minuman lo?gue haus"tanya dara dengan senyum mengembang. "Gue gak jadi beli minuman"jawab Kanaya, tersenyum tipis. "What??dari tadi lo pergi lama banget,ngapain?" tanya Dara, dengan bibir tertarik keatas. "Tadi waktu gue mau beli minuman,gue hampir ditabrak mobil.terus gue shock.dan gue gak jadi beli minuman" jelas Kanaya,seraya menghela nafas kasar.tapi dia tidak menceritakan kepada kedua sahabatnya, tentang dia yang ditolong oleh Devano. Kanaya tahu,jika dia bercerita kepada kedua sahabatnya tentang dia yang ditolongin Devano tadi,pasti Dara heboh.maklumlah, Dara kalau lihat cowok bening dikitkan ,seperti cacing kepanasan. "Tapi lo gak kenapa-napakan? tangan lo?kaki lo?atau apa lo yang sakit?" tanya Manda, khawatir. "Gak ada.pulang yuk,gue capek"ajak Kanaya, memijat pangkal hidungnya. "Yaudah,ayo" Diperjalanan tidak ada yang membuka suara.mereka bertiga sama-sama sibuk dengan kegiatannya masing-masing.Kanaya tengah sibuk memikirkan kejadian tadi.sedangkan Manda fokus menyetir.kalau Dara gak usah ditanya.cewek itu sedang sibuk menstalker akun-akun media sosial mantan-mantannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD