Selamat membaca~ - Semilir angin malam pantai sangat terasa. Matahari sudah terbenam sekitar dua puluh menit yang lalu. Sorot mata Sena terus menatap lurus, kearah matahari terbenam diujung sana. Kini malam tiba, bulan dan bintang sudah berada diatas gelapnya langit malam. Lampu menyala, menambah kesan indah dan romantis disana. Dua insan manusia ini tetap diam dalam pemikirannya. Sena dengan pikirannya yang rumit, dan Galen yang selalu memikirkan cara untuk mengambil hati gadis disampingnya ini. “Len,” panggil Ben. “Ayo, masih banyak yang harus di urus.” Lanjut Ben dengan mengajak Galen untuk masuk lebih dulu kedalam, mengurus segala hal yang memang harus diurus. Sorot mata Sena bahkan tidak menatap kepergiannya. Sedangkan Galen serasa enggan meninggalkan t

