Selamat membaca~ - Perjalan sudah ditempuh kurang lebih delapan jam. Sebentar lagi mereka akan sampai di kota Istimewa. Sudah tiga jam Sena tertidur dalam sandaran bahu lebar Galen. Sebenarnya Sena belum sadar, karena Galen sengaja menyandarkan kepala Sena yang terlihat tidak nyaman untuk bersandar pada bahunya. Ia memberikan bahunya sebagai bantalan gadis itu tidur, dengan senang hati. Tak lama, kepala itu bergerak. Sena merenggangkan badannya dan berkali-kali mengerjap. Matanya menatap keluar jendela bus yang menunjukkan pemandangan jalanan yang mereka lewati. “Masih lama?” tanya Sena pada Galen. “Kita udah sampai Yogyakarta. Sekarang perjalan menuju kampusnya,” jawab Galen yang diangguki oleh Sena. Galen memberikan sebotol air minum untuk Sena minum. Karen

