bc

Fallen Angel in My Bed

book_age16+
690
FOLLOW
4.4K
READ
possessive
brave
billionairess
twisted
bxg
non-hunman lead
city
secrets
stubborn
sacrifice
like
intro-logo
Blurb

Nasib membawa Chiara pada sebuah kenyataan yang sama sekali tidak pernah terbayangkan dalam benaknya yang paling liar sekalipun. Ia harus menikah dengan seorang laki-laki asing yang aneh. Laki-laki yang memiliki. segalanya, kecuali hati, bernama Jovan. Chiara bertekad, ia tidak akan membuat segalanya menjadi mudah untuk Jovan. Ia bersedia menuruti keinginan Jovan, tetapi ia juga akan membuat Jovan menderita bersamanya. Namun, pada suatu hari, ia mengetahui rahasia paling kelam milik Jovan dan pada saat rahasia itu terkuak olehnya, maka hidup Chiara juga terancam. Chiara dalam dilemma, apalagi karena tanpa terduga, cinta mulai hadir di hatinya. Antara maut dan Jovan, mana yang akan di pilih oleh Chiara?

chap-preview
Free preview
Bab 1. Tradegy
“Pa, Papa, lihat ...,” teriak Chiara sambil melambai-lambaikan selembar kertas di tangannya. “Aku lulus, Pa. Aku lulus!” Tergopoh-gopoh, Ershan menghampiri putri tunggalnya dan meraih kertas yang disodorkan oleh Chiara kepadanya. Ia membaca dengan cepat apa yang tertulis di atas lembaran kertas itu dan airmatanya seketika menggenang. Ershan mengulurkan tangan dan meraih Chiara ke dalam pelukan. “Putri kesayanganku yang cerdas dan cantik, kau benar-benar membuat Papa bangga, Nak.” Chiara tersenyum menerima pelukan dan kecupan di dahi dari ayahnya. “Aku akan menelepon Mama dan memberitahunya berita ini.” “Mamamu akan menangis keras di depan anak buahnya,” ujar Ershan dengan nada geli. “Pergilah dan telepon mamamu. Papa harus bersiap untuk pertemuan dengan investor sore ini.” Chiara mengangguk seraya berjalan ke arah kamarnya. Ia benar-benar gembira karena harapannya untuk kuliah di fakultas kedokteran di sebuah universitas terkenal sudah ada di depan mata. Upacara kelulusan SMA baru berlalu empat hari yang lalu dan ia lulus dengan nilai terbaik, yang membuat kedua orangtuanya tidak habis-habisnya memberi pujian dan menunjukkan rasa syukur mereka dengan memanjakan Chiara habis-habisan. Sekarang, menerima surat berisi pengumuman bahwa pengajuan beasiswanya untuk menempuh masa kuliah di fakultas pilihannya tanpa harus mengikuti ujian, berdasarkan nilai-nilainya selama ini, diterima dan namanya berada di peringkat teratas, sungguh merupakan sebuah hadiah paling indah yang pernah diperolehnya. Untuk Chiara, ini adalah hadiah untuk kedua orangtuanya. Ia ingin mempersembahkan sesuatu yang membanggakan untuk mereka dan melihat betapa berseri wajah ayahya saat membaca kertas pengumuman penerimaan itu, Chiara hampir meledak dalam kebahagiaan. “Chia, Papa harus berangkat sekarang. Kau tidak apa-apa berada di rumah sendiri?” tanya Ershan di ambang pintu kamar putrinya. “Kau sudah menelepon Mama? Bagaimana reaksinya?” Chiara tersenyum lebar. “Persis seperti yang tadi Papa perkirakan. Mama menjadi histeris dan berteriak mengumumkan berita itu kepada semua orang. Aku bisa mendengar orang-orang bersorak dan meneriakkan ucapan selamat untukku di latar belakang,” jawab Chiara sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Ershan tertawa dan melangkah ke dalam kamar. Ia memeluk Chiara lagi. “Papa dan Mama sangat bangga padamu, Nak. Kau bukan hanya cantik dan cerdas, kau juga baik dan sangat penuh perhatian dan pengertian. Kami beruntung memilikimu,” gumam Ershan di rambut Chiara. “Maafkan Papa, Nak, karena banyak hal yang belum dapat Papa penuhi untuk melengkapi kebahagiaanmu.” “Papa ini bicara apa,” ujar Chiara sambil memukul pelan d**a Ershan. “Aku sudah mendapatkan semua yang terbaik dari Papa dan Mama selama ini. Itu sebabnya aku mendaftarkan diri untuk mendapatkan beasiswa ini. Aku yakin Papa dan Mama mampu membiayai aku, tetapi aku ingin menunjukkan bahwa aku mampu berusaha meraih impianku perlahan-lahan dengan usahaku sendiri. Aku ingin meringankan beban kalian sedikit.” Ershan mencium dahi Chiara dengan mata berkaca-kaca. “Kami sangat mencintaimu, Chiara. Ingatlah itu selalu, ya!” Chiara mengangguk dan tersenyum. Ia merapikan dasi papanya. “Jam berapa Papa pulang? Aku akan membuat makaroni skutel untuk makan malam.” “Papa akan bertemu dengan investor selama beberapa jam, kemudian menjemput Mama di butik. Kami akan kembali sebelum makan malam. Kita akan merayakan prestasimu dengan makan malam keluarga yang mewah.” “Makaroni skutel cukup mewah untuk suatu perayaan, Pa?” “Makaroni skutelmu selalu terasa mewah. Papa akan membeli daging wagyu yang mudah empuk untuk dibuat steak. Kita akan membuat pesta barbekyu kecil-kecilan di kebun. Bagaimana menurutmu?” “Sound great!” “Hati-hati di rumah. Sampai bertemu nanti malam.” “Hati-hati, Pa. I love you. Love Mama, too.” “Love you much, Chiara.” Chiara menutup pintu gerbang dan memastikan semua pintu dan jendela sudah terkunci dengan benar, setelah mobil ayahnya tidak terlihat lagi. Ia akan mulai membuat makaroni skutelnya dalam satu jam ke depan. Telepon genggamnya terus berbunyi, menderingkan notifikasi pesan masuk dari teman-temannya yang memberi selamat. Chiara akhirnya bisa meluruskan tangan setelah membalas pesan dari teman-temannya. Ia mulai mengeluarkan bahan-bahan untuk membuat makaroni skutel. Keluarganya menyukai pasta, terutama ibunya. Chiara rajin menonton saluran-saluran memasak dan berselancar mencari resep-resep baru untuk mengolah pasta, tetapi resep makaroni skutel buatan almarhum neneknya adalah favorit mereka sekeluarga. Chiara mengintip ke dalam oven dan melihat bagian atas makaroni skutel buatannya sudah berwarna kecoklatan. Ia mengambil lap tebal untuk melapisi tangan dan mengeluarkan loyang dari dalam oven. Keharuman rempah-rempah, keju, dan daging menyebar seantero ruangan. Chiara melihat jam dinding di atas akuarium. Pukul 19.12 WIB. Kedua orangtuanya mungkin masih dalam perjalanan. Ini hari Jum’at malam, jalanan pasti cukup padat. Chiara membersihkan konter dapur dan menata meja selagi menunggu. Belakangan ini, ayahnya sibuk menemui beberapa investor besar. Perusahaan kain yang telah dirintis sejak awal pernikahan kedua orangtuanya akhir-akhir ini mengalami masalah keuangan, sejak salah satu rekanan ayahnya melakukan penipuan dan membawa lari sejumlah besar uang perusahaan. Chiara tahu bahwa ayahnya mengalami kesulitan, tetapi tanggung jawabnya yang besar sama sekali tidak membuatnya menjadi patah semangat. Ibunya juga berusaha keras mempertahankan butiknya dan sedikit demi sedikit membantu ayahnya mencari jalan keluar. Chiara sangat bangga melihat kerja keras dan kekompakan kedua orangtuanya. Telepon genggam Chiara di atas meja makan berdering. Itu nada dering khusus untuk ayahnya. “Papa? Halo? Papa masih di perjalanan?” tanya Chiara ketika mendengar suara gemerisik di latar belakang saluran lain. “Halo, selamat malam. Apa saya berbicara dengan Putri dari Bapak Ershan Riyadi?” Sebuah suara asing menjawab ucapan Chiara. “Be-benar ...,” jawab Chiara gugup. Hatinya mendadak terasa tidak enak dan jantungnya berdebar dua kali melebihi kecepatan normalnya. “Saya bicara dengan si-siapa? Di mana Papa saya?” “Nona Chiara, benar? Begini, saya harap Anda tenang dan tolong dengarkan saya baik-baik sekarang. Kedua orangtua Anda saat ini berada di rumah sakit Mayapada. Mereka mengalami kecelakaan di persimpangan jalan Nayaka dan Gumilang. Kami dari pihak rumah sakit memerluk ....” Chiara menjatuhkan telepon genggamnya sebelum mendengar kelanjutan ucapan si penelepon. Lututnya terasa lunglai seperti jelly dan ia ambruk ke lantai. ***o*o***

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
19.4K
bc

Kali kedua

read
222.7K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
195.4K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
237.1K
bc

TERNODA

read
203.4K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.4K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
23.4K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook