Titt. Risa duduk di kursi rotan sebuah kantin. Suara sambungan selular menandakan nomor yang ia tekan di ponsel jadul milik penjaga kantin telah menyambung. “Selamat malam! Itu suara Biya, ibunya Risa. “Mama, Ini Risa.” “Risa! kamu di mana, Nak? Ini pakai nomor siapa?” tanya Biya panik dadakan dan bertanya bertubi-tubi. “Risa mau pulang, Ma! Ini Risa pinjam ponsel penjaga kantin rumah sakit." Gadis itu langsung terisak. Ia telah menyerahkan Rosi pada perawat yang menangani bagian IGD. “Rumah sakit? Siapa yang sakit? Kamu sakit? Sama siapa kamu di sana, Nak! Di mana Pembina asrama? Rosi dan teman-teman kamu?” Di seberang, hati seorang Biya tidak tenang. Ibunda Risa itu menggeleng gusar, telpon seluler milik penjaga kantin rumah sakit yang dipinjam Risa basah oleh air matanya. Untuk p

