Benang Rumit

1650 Words

Serr …. Darah muncrat bagai keran dari jempol Rosi. “Kau gila, Reni! Kau mau membunuhnya?” _- "Yasmin sudah mati! aku benci Yasmin?!!" teriaknya lagi lebih kencang. Semua orang terkejut. *** Reni mendelik ke arah Rosi yang ngawur. Tapi ia masih sempat mengambil air dan mengusapkan ke wajah Rosi. Risa menggigit bibirnya menahan tangisan yang siap pecah. Tidak tega melihat nasib Rosi. Begitu juga dengan Reni, walaupun Reni tidak pernah berteman akrab, ia merasa Rosi tetaplah temannya, setidaknya teman satu sekolah. Reni sangat berharap Rosi segera siuman dari pingsan. Tiba-tiba. "Bun … Bunda …." Rosi membuka mata memanggil manggil ibunya. Risa, Gotar dan Reni saling pandang. Tersenyum senang. "Sekarang kita bawa Rosi kerumah sakit.” Kompak ketiganya mengucap kata yang sama. “Se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD