“Ambilkan air segayung, guyur mukanya.” “Siap, Mister,” ucap Richard berlari keluar mengambil air lalu kembali ke dalam menyiram muka Rosi. Gadis itu basah kuyup. Semenit kemudian matanya mulai mengerjap. “Saya mohon, Mister! Jangan panggil orangtua saya, kasihani keluarga saya, Mister. Saya masuk ke sini karena beasiswa masyarakat miskin, ibu saya pasti sangat kecewa. Tolong, Mister ….” Rosi bermohon sampa bersujud di kaki Raihan agar orangtuanya tidak dipanggil pihak sekolah. Ia mati-matian meminta ampun, karena resiko hukuman adalah dinikahkan. Hal yang paling menakutkan bagi pelanggar kasus pacaran. “Richard!” teriak Raihan menunjuk pintu keluar agar Richard menjalankan perintahnya. “Siap, Mister. Saya akan menelpon orangtua mereka dan memanggil murid bernama Ilman sekarang juga!”

