Bab 9Hari berikutnya, keadaan Diana sudah mulai membaik. Meski sikap Rendy masih sama, Diana tidak terlalu memperdulikan hal itu. Asal pria itu menjauh, Diana sudah cukup tenang, karena masih takut dengan kejadian waktu itu. Sekitar pikul lima pagi, Diana sudah duduk di kursi tengah sambil memangku bantal. Ia juga menggenggam ponsel dan terlihat dua matanya begitu serius menatap layar yang menyala terang itu. “Harusnya aku tidak perlu melakukan ini, kan?” celetuk Diana. “Huh! Bang Rendy sekarang suamiku, aku tidak berharap apa pun, aku Cuma mau dia baik padaku.” Diana kembali membaca tulisan kecil yang ada pada layar ponselnya. Tidak ada yang serius, Diana hanya sekedar membaca sebuah artikel mengenai cara menjadi istri yang baik. Entah apa tanggapannya nanti. Diana sebatas ingin melak

