Bab 17Mereka berdua sama-sama tertegun dan buang muka. Rendy duduk di sofa sambil menunduk memijat kening, sementara Diana berdiri seperti orang linglung. Diana masih tidak percaya kalau Rendy akan menciumnya di depan Sinta. Wanita kekasih Rendy, tetapi kenapa harus mencium Sinta. “Kalian bertengkar?” tanya Diana. Diana sedikit membungkuk mencari keberadaan wajah Rendy. Rendy menghela napas lalu mengangkat wajah. “Maaf yang tadi.” Diana mengangguk saja. Dia tidak mungkin marah, kan? Mereka berdua sah melakukan apa pun karena memang suami istri, hanya saja apa yang Rendy lakukan tadi memang cukup mengejutkan. “Bang Rendy sudah makan?” tanya Diana. “Buatkan saja aku s**u dan antar ke kamar.” Rendy berdiri dan pergi begitu saja masuk ke dalam kamar. Sampai di dalam, Rendy berkacak pingg

