Bab 19

958 Words

Bab 19“Kenapa wajahmu merengut begitu Rey?” tanya Wijaya. Santi yang sedang menyiapkan nasi untuk sang suami sempat melirik ke arah sang putra. Ia berpaling lagi, lalu meletakkan piring nasi yang sudah komplit dengan lauk kemudian duduk. “Aku hanya sedang kesal,” jawab Reyhan. “Kenapa?” “Aku menemui Bang Rendy semalam.” Wijaya dan Santi sama-sama mengangkat wajah. “Untuk apa kamu menemui dia?” tanya Wijaya dengan nada cukup tinggi. Harusnya Reyhan tidak perlu membicarakan hal ini sekarang, tapi sayangnya dia kurang paham dengan sifat papanya. Reyhan angkat kedua bahu dan tersenyum. “Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin minta maaf.” Jawaban itu membuat Wijaya tidak jadi tersulut emosi. Ia sudah mengira kalau putra kesayangannya itu pergi ke sana karena ingin menemui Diana. “Kamu tida

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD