Bab 22Rendy masih membiarkan Diana memeluknya saat ini. Mungkin sekitar tiga menitan sampai akhirnya, Rendy menangkup wajah Diana hingga mendongak. “Kenapa?” tanyanya. Diana menggeleng dengan bibir sedikit maju. Terlihat menggemaskan dan lucu. “Apa kamu senang?” Pertanyaan itu membuat kening Diana berkerut. “Kamu baru saja bertemu dengan Reyhan, kan?” Diana kini yakin kalau apa yang Reyhan katakana memang benar. Meski Reyhan egois dan menyebalkan, tapi mengenai Rendy yang tidak mencintai Diana seperti benar. Benar menurut Diana maksudnya. Diana masih mendongak dan kedua tangannya yang mungil masih merangkul pada pinggang lebar itu. Berbicara dengan Rendy sedekat ini, membuat Diana harus lebih kuat menyangga lehernya. “Dia mengajakku bertemu. Aku sudah menolak, tapi dia bilang sudah

