Bab 21Obrolan terus berlanjut dan dana bicara Diana sudah tidak lembut. Memang tidak sampai didengar banyak orang, tapi terlihat sekali wajah kecewa itu terpampang. “Oke, aku minta maaf tentang perbuatanku waktu itu. Tapi please ….” Reyhan meraih kedua tangan Diana di atas meja. “Izinkan aku menebusnya. Toh aku juga pergi hanya untuk menenangkan diri.” Diana hampir saja luluh, tapi ia kini tahu pada akhirnya jelas sekali kalau Reyhan memang egois. Dia berkata maaf, tapi seolah tidak tahu letak kesalahannya di mana. Ia ingin kembali tapi seolah menganggap enteng apa yang sudah menimpa Diana sampai detik ini. “Aku harus menuruti keinginan papa, Di. Waktu itu kau harus menghindar lebih dulu.” Diana terdiam menatap sendu. Kalimat itu memang benar adanya. Papa mertua selalu mengutamakan Rey

