Mama

997 Words

"Eh, Mayor. Iya ... aku ada urusan dengan salah satu dokter spesialis di sini," ucap Dokter Dwi cepat. Alya merasa panas dingin, ia tak berani mengangkat wajahnya untuk menatap Satria. Bisikan di hatinya berteriak: "Kak Satria menyukaiku? Apa itu benar?" "Alya? Kenapa bengong?" tegur Satria, melihat Alya terpaku sambil tersenyum-senyum sendiri. “Ah … tidak kok, siapa yang bengong?”. Ucap alya mengelak. “Mayor Alya, aku pergi duluan ya …”. Dokter Dwi menepuk bahu alya sambil mengerling genit. “Iya dokter”. Jawab alya. Dokter Dwi meninggalkan mereka berdua, Alya terlihat canggung setelah mendengar peryataan Dokter Dwi tentang Satria. **** Di dalam mobil dalam perjalanan pulang. Satria menyetir, sesekali matanya melirik Alya yang terlihat senyum-senyum misterius di kursi samping. "Ap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD