Ciuman Pertama

1057 Words

Satria dan Alya segera turun dari mobil. Satria melangkah cepat, menghadap Mardani. Ia berdiri tegak, memberi hormat dengan sikap formal, yang dia dipaksakan agar terlihat biasa saja. Namun, Alya menunjukkan reaksi yang jauh berbeda. Dengan ekspresi masam yang kentara, ia melewati sosok ayahnya yang berdiri kokoh di ambang pintu tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Ia berjalan lurus menuju pintu masuk rumah. “Alya,” panggil Mardani, suaranya terdengar berat dan tegas, menghentikan langkah Alya seketika. Alya berhenti, namun ia tidak berbalik. “Ayah mau bicara padamu,” ucap Mardani. “Aku lelah,” balas Alya ketus, tanpa menoleh. “Aku mau istirahat di kamar.” Tanpa membuang waktu, Mardani maju satu langkah. “Kalau begitu, ayo kita ke kamar. Istirahatlah sambil bicara berdua.” Mardani k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD