Kotak Bekal

1062 Words

Namun, bukannya mendorong Satria menjauh, ia malah perlahan memejamkan mata. Merasa Alya tidak menolak, Satria semakin menguasai ciuman itu, melumat dan menghisap bibir Alya dengan lembut. Alya pun membalas, lidah merekapun saling terpilin, seolah seluruh batas dan jarak di antara mereka berdua telah sirna digantikan oleh kehangatan yang mendalam. Satria perlahan melepaskan cengkeramannya, tarikan lembut yang membuat bibir mereka benar-benar terpisah. Alya masih memejamkan mata, seolah seluruh waktu dan detak jantungnya terhenti di momen singkat itu. “Habiskan makananmu,” ujar Satria, suaranya terdengar datar, nyaris tanpa emosi. Alya langsung tersentak. Rona panas menjalar ke seluruh wajahnya saat ia buru-buru meraih sendok, berpura-pura sangat fokus pada mangkuk di depannya. Barusan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD