*Dua jam sebelum Pemeriksaan Boy Tuk tuk tuk Suara ketukan jari yang mengikuti irama dari detik waktu yang berbunyi dari jam di dinding di kantor kepolisian itu sungguh menambah banyak ketegangan, kericuhan, kekacauan di tengah suasana berkabung karena tewasnya salah seorang rekan dengan caranya yang begitu menyedihkan. Banyak sekali wartawan, media yang meliput karena kasus gugurnya sang detektif wanita itu, beberapa panggilan masuk di sana-sani juga jadi bagian yang memanaskan kantor kepolisian, di saat semua detektif sedang bingung dan sangat kaget sekali sekarang ini. Hingga... Brakkk “Ini penghinaan!” “Si pelakor hunter itu!” “k*****t itu!” “Bisa-bisanya dia membunuh seorang polisi!” “Dia...” “Dia pasti ada saat misi!” “Ya! Pasti dia ada” “Tapi...” “Tapi gimana

