bc

Terpikat Pesona Adik Tiri

book_age18+
0
FOLLOW
1K
READ
family
HE
like
intro-logo
Blurb

Cinta tak selalu hadir pada waktu dan tempat yang tepat.Raka tak pernah menyangka hidupnya akan berubah sejak Alea masuk ke dalam keluarganya bukan sebagai orang asing, melainkan sebagai adik tiri. Hubungan itu seharusnya menjadi batas yang tak boleh dilanggar. Namun kebersamaan yang terjalin perlahan justru menumbuhkan perasaan yang semakin sulit disangkal.Alea pun berada dalam dilema yang sama. Di balik sikap tenangnya, ia menyimpan kegelisahan yang tak pernah terucap. Setiap usaha untuk menjaga jarak justru membuat rasa itu semakin kuat, menempatkan mereka pada persimpangan yang berbahaya.Ketika perasaan bertabrakan dengan norma dan tanggung jawab keluarga, setiap keputusan membawa risiko besar bukan hanya bagi mereka, tetapi juga bagi orang-orang yang mereka sayangi.

chap-preview
Free preview
Pertemuan Calon Keluarga
Alea Naysilla Pramudita: gadis yang berusia 18tahun dia baru saja lulus sekolah. Namun saat ini dia tinggal bersama Ibunya: Ratna Pramudita Suryani. Sudah lama hidup sebagai kepala keluarga dan pada akhirnya, dia menemukan jodohnya dengan pria duda kaya memiliki anak juga seperti dirinya. Sore ini, tepat pukul 4. Alea sedang berjalan berdampingan dengan Ibunya. Raut wajahnya begitu sangat bosan karena hari ini adalah pertemuan Alea dengan Calon Ayah Tirinya serta Kakak Tirinya. " Bu, kenapa harus ada pertemuan sih?" keluh Alea " Biar kamu tau bagaimana calon ayahmu sama kakakmu nanti" " Ah ibu, udah tau Alea tidak percaya diri kalau bertemu orang baru" " Udah, jangan protes terus. Langkah kakimu dipanjangin biar cepat nyampenya, Orang itu pasti sudah menunggu" Alea hanya menghelakan nafasnya, namun dia tidak protes tetap saja menuruti perkataan Ibunya. Karena dia sadar, sudah begitu lama Ibunya hidup sendiri dan merawat dirinya hingga sampai dia lulus sekolah. Mungkin sudah saatnya, Ibunya memiliki pendamping hidup kembali setelah dia khianati oleh Ayahnya dibeberapa tahun lalu. ** Setelah lima belas menit kemudian. Mereka akhirnya tiba disalah satu Caffe, Ratna yang menggandeng tangannya Alea membawanya masuk kedalam Caffe itu. Seorang pria yang berusia 37tahun sedang duduk menunggu. Saat pandangannya beralih mengarah Ratna, dia tersenyum lembut sekali. Dia berdiri menyambut kedatangan Ratna dan Alea. " Kalian sudah datang ya" ucap Ardian dengan wajah tersenyumnya " Maaf ya mas, kami telat soalnya tadi macet mas" " Gak papa kok, saya juga baru tiba disini" Alea hanya terdiam saja, tatapannya tidak pernah lepas dari Ardian. Sosok yang akan menjadi Ayah Tirinya nanti sangat berbeda dengan Ayah Kandungnya. " Oh iya mas, ini anak saya yang waktu itu saya ceritakan. Namanya Alea mas" Ardian tersenyum, lalu mengulurkan tangannya kepada Alea. " Hallo, saya Ardian" " Hallo juga, saya Alea" Ardian menoleh kearah Ratna setelah dia berkenalan dengan Alea. " Dia sangat cantik ya, seperti kamu Ratna" " Ah mas bisa aja, Alea memang cantik mas" " Kalau begitu duduk" Ratna dan Alea menganggukkan kepalanya, dimana mereka duduk. Lalu setelah duduk Ardian menyodorkan daftar menu kepada Alea. " Ini pesan aja apapun yang kamu" ucap Ardian kepada Alea Alea menoleh kearah Ratna, karena dia takut jika Ratna marah. Ratna menganggukkan kepalanya, dan Alea pun mengambil daftar menunya. Ardian tersenyum, mungkin Ratna sudah mengajarkannya kepada Alea sehingga membuat dia harus meminta izin dulu kepada Ibunya. Lalu: " Lho mas, katanya putra mas juga ikut?" tanya Ratna kepada Ardian " Dia sedang dalam perjalanan kemari, katanya macet" " Oh, tak kira dia gak datang mas" " Gak, dia datang kok cuma agak terlambat katanya tadi" Alea hanya menyimak saja sambil memilih makanan yang dia inginkan. Namun dalam hatinya dia begitu penasaran juga bagaimana wajah Calon Kakak Tirinya? Apakah tampan? Atau mengerikan. Alea pub menggelengkan kepalanya, dia merasa aneh jika memikirkan hal seperti itu. Setelah beberapa menit kemudian: Kring! Suara bel berbunyi menandakan seseorang sedang membuka pintu Caffe itu, langkah kaki masuk kedalam Caffe dengan wajah yang sedikit tegang dan dingin. Lalu mendekat kearah meja mereka dan berkata: " Maaf terlambat" ucapnya dengan nada berat serta dingin Alea menoleh sekilas saat mendengar suara itu, namun tatapan mereka bertemu. Ardian tersenyum karena putranya akhirnya tiba ditempat perjanjian. " Kamu sudah datang? Duduklah sini" Pria bertubuh tinggi itu menganggukkan kepalanya dia duduk disampingnya Ardian berhadapan dengan Alea. Yang tadinya tidak sengaja menatap pria itu kini Alea hanya menundukkan kepalanya sambil membaca daftar menu. " Mas, jadi ini putramu?" tanya Ratna dengan wajah tersenyumnya " Iya dia putra saya. Namanya Raka Mahendra Wiratama, usianya mungkin lebih tua dari putrimu Ratna" " Oh benarkah? Berapa usianya?" " 26tahun" melainkan Raka yang menjawabnya " Oh begitu, kalau putri saya berusia 18tahun dia baru saja lulus sekolah" Alea memberanikan mengangkat wajahnya lalu tersenyum tipis menatap Raka. " Ayo perkenalkan diri kalian masing-masing" ucap Ardian kepada mereka berdua Raka menghelankan nafasnya, karena malas berdebat dengan Ayahnya. Akhirnya Raka mengulurkan tangannya walaupun wajahnya begitu dingin. Alea awalnya merasa bingung dan gugup, tapi dia tidak ingin membuat Ibunya malu karena sikapnya. Jadi perlahan-lahan Alea membalas uluran tangannya Raka. " Raka" " A-alea" Raka langsung menarik tangannya, lalu duduk dengan santai. Ardian kembali tersenyum, dia merasa senang sekali. Setelah perkenalan mereka berdua, kini Ardian kembali membuka suaranya untuk berbicara. Kali ini bicara yang penting tentang pernikahan mereka berdua. " Baiklah, karena kalian sudah berkenalan lalu sudah mengetahui satu sama lainnya" ucap Ardian dengan suara yang lembut" Hari ini, ada satu yang ingin saya sampaikan kepada kalian atas maksud dari pertemuan ini" sambungnya Alea hanya menyimak dengan wajah polosnya, sedangkan Raka matanya masih menatap kearah Alea. Tentunya Ratna, dia sedikit merasa gugup dan khawatir karena mereka memang baru saja bertemu namun Ardian tidak ingin menjalin hubungan seperti pacaran. Dia ingin langsung menjalin hubungan yang serius yaitu Menikah. " Katakan saja Ayah, jangan terlalu banyak basa-basi" ucap Raka dengan nada dinginnya Ada perasaan terkejut didalam dirinya Alea, bagaimana bisa dia berbicara sedingin itu kepada Ayahnya? Ardian menarik nafasnya, lalu menatap Raka setelah itu Alea. " Minggu depan saya dan Ratna akan menikah" ucap Ardian sambil memegang tangannya Ratna Alea menganga karena terkejut, sedangkan Raka tidak ada memasang wajah ekspresi apapun. Karena baginya itu tidak penting. " I-ibu" panggil Alea kepada Ratna " Iya sayang, ada apa hm?" jawab Ratna dengan lembutnya " I-ibu, apa itu tidak terlalu cepat? Ibu mengatakan bgyaru satu bulan bertemu dengan om Ardian?" Ardian tersenyum, saat Ratna ingin menjawabnya namun Ardian menahannya. Dia menganggukkan kepalanya kepada Ratna agar memberikan izin untuk menjelaskannya kepada Alea. Ratna pun memberikan izin, dan Ardian melepaskan genggamannya mencoba fokus kepada Alea. " Alea" panggil Ardian dengan lembutnya Alea langsung menoleh dan menatap Ardian. " Om tau ini sangat terlalu cepat, tapi om punya alasan kenapa ingin menjalin hubungan yang serius dengan Ibumu" Alea menghelankan nafasnya, dia sangat penasaran sebenarnya apa alasannya sehingga pernikahan ini begitu cepat sekali. " J-jika Alea boleh tau, apa alasannya?" tanya Alea dengan nada yang gugup Ardian tersenyum, dia sangat suka dengan Alea karena terlalu jujur dan penasaran. " Karena om tidak ingin menjalin hubungan yang seperti pacaran itu. Om ingin menjalin hubungan serius dengan Ibumu yaitu langsung menikah" " T-tapikan, kalian baru satu bulan bertemu" " Justru itu, kalau lebih cepat lebih bagus bukan?" Alea terdiam dia tidak menjawabnya lagi. Kini tatapannya beralih kearah Raka yang sedari tadi menatapnya. Lalu, Raka menarik nafasnya serta menghembuskan secara kasar. Tatapan masih tidak beralih dari Alea, pada akhirnya dia berbicara. " Jangan terlalu banyak protes, itu akan membuang banyak waktuku. Karena aku harus pergi untuk rapat, jika pernikahannya sudah ditentukan Minggu depan maka aku akan pergi" Alea langsung menundukkan kepalanya saat Raka berbicara. Hal itu sedikit membuat Raka kesal karena dia tidak suka jika sedang berbicara orang dihadapannya menunduk. " Angkat wajahmu" ucap Raka dengan nada tegasnya yang membuat Alea tersentak Alea pun mengangkat wajahnya, lalu tatapannya kembali bertemu dengan Raka. " Dikeluarga Wiratama tidak pernah satu pun menundukkan kepalanya. Jadi setelah pernikahan itu terjadi, maka kau harus mengikuti aturan dari Wiratama termasuk saat orang berbicara jangan pernah menundukkan kepala" Alea hanya terdiam saja, dia sangat takut ingin menjawabnya. Tatapannya masih tertuju kepada Raka, rasanya begitu mengerikan sekali menghadap pria didepannya. Dan akhirnya, Ardian kembali berbicara membuat Alea sedikit merasa lega. " Raka, nada bicaramu jangan seperti itu" tegur Ardian " Aku hanya menegaskan peraturan dikediamannya Wiratama" " Aku mengerti, tapi kamu tidak boleh meninggikan suaramu seperti itu. Lihatlah gadis cantik itu, dia merasa ketakutan" Tidak ada reaksi apapun dari Raka, dia hanya bangun dari duduknya. Hal itu membuat Alea menahan nafasnya karena takut. " Aku harus pergi" " Pergilah, tapi ingat besok temanin gadis itu mencari pakaian untuk minggu depan" Raka tidak menjawabnya, dia langsung pergi begitu saja. Saat Raka melewati Alea dia menghelankan nafasnya merasa lega karena pria menakutkan itu pergi.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.7K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
190.6K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
16.5K
bc

TERNODA

read
199.8K
bc

Kali kedua

read
218.4K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
32.1K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
75.7K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook