Hugo tak pernah main main dengan apa yang dia katakan. Wajah keluarga Yulia pun sudah pucat pasi mendengar perintah Hugo. Ayah Yulia murka, dia menarik tangan Yulia keras lalu sebuah tamparan mengenai wajah putrinya itu. Plak...... "Papa ....!" teriak mama Yulia. "Ini semua karena kamu yang tak pernah tahu aturan. Dan kamu ma, lihat, akibat kelakuan kamu yang selalu memanjakannya dia membuat ku kehilangan perusahaan!" teriak ayah Yulia keras. Yulia terdiam dengan memegangi pipinya. Jika perusahaan papanya hancur dia akan hidup miskin lagi. Yulia menggelengkan kepalanya. Dia tak bisa menerima semua itu. Dia lalu melihat ke arah Florence yang masih memegangi lengan Hugo. Semakin benci 'lah Yulia pada Florence. Dengan mata yang nyalang dia berjalan cepat ke arah Florence yang masih berus

