Tiga Puluh Tiga

1481 Words

Kafka mengajakku kencan. Saat dia bertanya apakah aku baik-baik saja untuk pergi keluar. Rasanya, ada puluhan kupu-kupu, kelelawar, capung dan kumbang di perutku. Oke aku lebay, tapi ini Kafka yang mengajakku kencan. Ya ampun! Kesambet apaan anak itu memintaku dengan manis untuk pergi keluar dengannya. Ayah mengizinkan, dengan catatan, harus kembali utuh saat pulang. Dan mau tahu jawaban Kafka? "Tenang Om, Kanaya akan aman sama saya. Tidak lecet, tergores apalagi berkurang. Tapi kalau nambah boleh enggak Om?" Bang Tegar meremas-remas kedua tangannya, Kafka nyengir. "Bertambah berat badannya, Gar. Lo sensi banget sama gue deh, asli. Tuh liat, Naya kurus gitu. Gue mau perbaikan gizi nih berdua, biar kita jadi pasangan paling semok dan seksi abad ini." Ayah tersedak dan tertawa mendengar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD