Bab 13 : Keputusan Ayla untuk Bekerja

601 Words
Salsa mulai menerima adanya Ayla sebagai madu dan istri kedua Satria. Tapi Salsa meminta pada Satria untuk dipertemukan dengan seorang Ayla—istri kedua Satria itu. Minggu kemarin, Satria belum bisa memenuhi keinginan sang istri tercinta. Lalu di minggu ini, Satria juga tidak bisa karena ia harus pergi ke Bayuwangi untuk urusan pekerjaan. Untung saja, Salsa tak begitu mendesak nya untuk segera ke Malang. Ting! Ponsel Satria kembali bergetar, ia kembali mengukir senyum tipis di bibirnya. Sudah 10 menit yang lalu, Satria menginginkan untuk melakukan panggilan video call dengan istri keduanya. Ketika ia membaca pesan yang baru saja masuk, Satria tersenyum tipis. Disana, istri keduanya menuliskan jika dia sedang tidak ada di rumah. Nanti malam saja ya, Mas? Baiklah **** Satria tersenyum melihat rentetan chat yang baru saja ia lakukan dengan istrinya. Satria membuka kembali foto yang dikirim oleh sang istri kepadanya. 'Cantik' satu kata yang terucap dari bibirnya. "Mas akan mencoba adil untuk kamu, Dek. Mas janji, dan makasih karena sudah ada di samping, Mas." ucap Satria penuh ketulusan. **** Disisi lain, Ayla tengah termenung memikirkan chat dari sang suami. 'Seandainya aku dan Mas Satria sama-sama saling menyayangi dan mencintai maka aku akan bahagia. Mas Satria menjadi suami ku seutuhnya, membina rumah tangga hanya berdua dengan nya, dan saat ini kami sedang menantikan seorang buah hati di tengah kami. Dan kata-kata Mas Satria yang mencari uang untuk tabungan baby membuat hatiku terenyuh, aku menginginkan semua ini nyata, pastilah akan sangat indah.' Batin Ayla Tapi Ayla tak boleh egois kan? Ayla tahu ia hanya istri kedua. Lagi pula Ayla tahu jika Satria sangat mencintai Salsa, jadi Ayla tak akan berharap lebih dengan semua ini. Biarlah perasaan Ayla ia pendam sendiri. Ayla ingin menikmati masa-masa dimana ia memiliki suami yang tampan dan perhatian seperti Satria, dan menikmati masa-masa mengandung nya nanti. Karena mungkin setelah ia melahirkan nanti ia akan berpisah dengan mereka berdua—Satria dan bayi nya. Ayla mengusap pelan perut nya. Berharap semoga cepat dititipkan anugerah oleh sang Maha Kuasa. Ia ingin tahu bagaimana nanti wajah bayinya perpaduan antara dirinya dengan Satria. Satu suara menghentikan lamunan nya, "Ayla, Ibu cariin sama Mbak Rini juga. Kenapa duduk-duduk disini. Ayo, Ibu sama Mbak Rini udah selesai belanja." "Iya, Bu." Ayla bangkit dari duduknya mengikuti Maya dan Rini. Setelah keluar dari supermarket, mereka berada di halte bus. Ketika bus datang mereka bergegas untuk masuk, tapi tidak dengan Ayla. Wanita itu menghentikan langkahnya karena mengingat sesuatu yang tertinggal. "Bu, Mbak, kalian pulang saja dulu ya. Ayla ada yang ketinggalan." Ayla langsung berjalan pergi meninggalkan bus itu. Melangkah tak tahu kemana, karena ia juga belum tahu jalan-jalan di kota ini. Yang wanita itu tahu hanyalah jalan ke pasar, dan hari ini mereka belanja ke supermarket adalah karena sebagian pedagang di pasar tradisional tidak berjualan, karena hari natal. Oleh karena itu, daripada mencari yang tak pasti akhirnya mereka berbelanja di supermarket walau perbedaan harga yang cukup signifikan. Dengan mengandalkan bantuan google maps akhirnya Ayla sampai di tempat tujuan. Cafe. Tempat yang dikunjungi oleh Ayla. Wanita itu melangkahkan kaki nya memasuki cafe tersebut. "Permisi, Mbak. Di depan ada lowongan pekerjaan untuk karyawan. Ehm.. Apa saya boleh mengajukan surat lamaran saya?" "Tunggu sebentar ya, Mbak, silakan duduk dulu. Saya panggilkan bos saya dulu." Ayla mengangguk dan mengulum senyum tipis. "Ada yang bisa saya bantu?" suara lembut terdengar dalam indra pendengaran Ayla. "Ah, iya. Kemarin saya sempat lewat di depan cafe ini. Dan saya lihat ada lowongan pekerjaan untuk karyawan/karyawati." Mengalirlah percakapan dan berlanjut wawancara di antara mereka berdua. "Besok untuk keputusan nya akan saya email, ya." "Iya, Bu. Terimakasih banyak." Akhirnya Ayla pamit undur diri. ****
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD