( hallo... Yuhu.. celine..Cell, masih di sana?)
Suara dari sebrang menyadarkan aksi dramatis Celine, segera kembali ke sandaran nya dia bergerak naik kembali ke kasur meraih ponsel nya yang masih menyala
" Aku di sini" balas nya lemas akibat kejadian barusan, Nyawa nya seolah-olah di ujung tanduk. Celine rasa nya mau menangis saja, dia tak ada beda nya dengan si ayah Narenda, tukang hiperbola.
(Suara siapa tadi? Pacar mu? Kau dengan laki-laki sekarang? Hey.. dimana kau) Karina nampak kepo sekaligus langsung memberondong tanya menuntut jawaban dari orang di sebrang saluran telepon nya.
" Kau lupa, aku kan sudah punya Kaka lelaki, jangan sampai pikun kau, Rin" maki Celine kesal, teman nya ini
pura-pura bodoh atau bodoh beneran sih? Kenapa dia lupa kalau dia sudah punya saudara tiri.
(Oh, iya lupa-lupa, he..he.. Jadi ngapain dia tadi)
Celine Nampak bisa membayangkan bahwa kini Karina tengah cengengesan di sebrang sana, boleh kah ia melempar anak itu ke laut?
" Dia tadi mau pinjam charge, dan gara-gara kau tadi membuat aku kesal dia melihat aku bertingkah aneh" sungut nya memancing tawa.
(Ha..ha..ha, memang apa yang kau lakukan? Kok bisa sih, makannya jangan marah-marah ke aku, kau pasti bertindak tidak lazim kan)
Tepat sekali!!
" Ini gara-gara kau tau, ku kira kau rada sehat, nyata nya sama saja..gila" omel nya keras-keras ke ponsel milik nya
" aku tadi Bertanya bagaimana pendapat mu kalau punya kakak laki-laki" celine mengulang pertanyaan nya agar Karina paham dan tidak membuat dia emosi atau berakhir salah paham.
"Sebelum kau jawab.. kau sudah selsai makan kan, aku tak mau mendengarkan suara tak jelas mu" tuding nya memastikan bahwa Karina tidak lagi memakan mie nya.
(Tenang saja, makanan ku sudah selesai kok, aku kira kau tadi mau punya pacar dua kayak cerita di manga-manga Harem, Baiklah aku akan menjawab pertanyaan mu barusan, pertama aku akan bertindak normal dan berbaur dengan baik, masalah nya di sini diri mu baru saja mengenal mereka dan mereka sama-sama sudah dewasa jadi aku tau rasa canggung mu, aneh.. secara tiba-tiba mendapat dua orang kakak dan ibu sekaligus)
Celine mengangguk antusias tentu membenarkan pernyataan dari Karina, dia bingung pendapat keluarga baru, mereka terasa asing bagi nya
(Saran ku sebagai teman mu yang normal) ucap nya membanggakan dirinya sendiri di sana, (kenapa kau tak mencoba mengenali kepribadian Kakak-kakak mu itu, yahh.. sekalian kan, kau bisa menikmati rasa nya punya Abang)
"Yah.. kau benar, tapi aku sedikit di buat emosi, kakak tiri ku yang paling tua Anggi nama nya, dia usil tau. Masa pas aku pake masker di ledek Mulu, emang punya Abang kayak gitu ya.. dan pikiran mu tolong jauhkan dari komik-komik m***m ya, karena mu yang lemot dan malah cerita ngelantur soal Harem aku jadi kesal tadi"
Diantara mereka ber-4 Karina memiliki sepupu dan seorang kakak laki-laki jadi itu salah satu dirinya ingin curhat dengan Karina, mungkin dia juga merasakan apa yang di rasakan.
( maaf saja, orang pintar seperti ku juga butuh hiburan tau, ya maaf... Saja kalau tadi rasa eror kau kan tidak menjelaskan secara rinci atas maksud mu, soal Kaka mu yang usil
Itu mah Bertanda baik, loh)
"Alesan nya banyak sekali, kalau emang otaku bilang saja" ledek nya celine Mulai menyamankan diri nya di kasur empuk milik nya memeluk guling,
" Baik dari mana? Orang dia nya usil dan menganggu acara maskeran ku tadi pokok nya dia resek abis, mana aku abis di buat malu sama Anggi" frustasi nya, Celine mengacak rambut nya gencar hingga makin terlihat semrawut saja.
(Kau tau saja alibi ku.. ha..ha, bagus loh menurut aku kalau dia ngusilin kamu, maksud aku dia mau mengakrabkan diri dengan mu, dan Sabar-sabar lah, inget neraka di isi orang-orang kayak kamu)
Celine mendelikkan mata nya tajam ke profil picture bergambar kelinci ompong milik akun wa Karina
Dengan suara emosi tertahan Celine menanyai nya, " maksud loe apa, nyonya kutu kupret"
( Kamu kan lagi marah, kalau marah dapet nya neraka, surga hanya di isi orang-orang bersabar) mendadak Karina menjadi penceramah ulung kepada diri nya.
" Sudahlah berbicara dengan mu membuat ku pusing..." dia memilih menyerah atas perdebatan tak berfaedah ini.
(Aku tak bisa berkomentar banyak sih, aku memang mempunyai kakak sepupu laki-laki dan seorang kakak laki-laki juga, hanya saja aku tak begitu dekat dengan kakak ku, kau tau kan dia memilih merantau di luar kota, kami pun jarang sekali bertukar sapa, tapi dia sayang dengan Ku, kok)
"Dari mana kau tau itu.. kalau kakak mu sayang dengan mu"
(Karena dia saudara ku, sesimpel itu sih.. aku sendiri tak bisa menggambar kan Seperti apa khusus nya, yang jelas kami berdua seperti saling memahami satu sama lain, jika aku ada masalah dia pertama kali nya memberikan aku solusi dan ketika dia sedangan apes ataupun ada masalah aku siap membantu nya, walaupun kami jarang ngomong tapi begitu saja terjadi diantara kita selalu merasa peka secara tiba-tiba)
" Tapi kan kau memang saudara nya, kau saudara kandung, lah aku? Kenal saja belum lama ini"
(Jangan salah, aku dan Kaka ku tak akrab dulu nya, tapi semakin dewasa aku merasa dia juga bagian Keluarga ku yang penting, dan tidak semua saudara kandung ataupun tidak itu akur loh, ada juga kan saudara sedarah saling bermusuhan, semua Nya itu tergantung kepada dirinya masing-masing)
Celine terdiam jemari nya bergerak gelisah mengorek luaran guling nya, cerita Karina barusan cukup mampu menyadarkan dirinya yang tengah di Landa kebingungan, cukup membuat dia nyaman curhat dengan nya, akan tetapi ada satu yang mengganjal hati nya
" Apa aku bisa dekat dengan keluarga baru ku"
Karina sedikit berfikir di sebrang sana, dia tak mau salah ambil opsi jawaban untuk Celine,
(Tergantung pada kalian, seperti apa keluarga yang ingin kalian bentuk, yang baik kah atau yang buruk, jika menunggu ada yang memulai akan sulit jadi mulai lah dahulu)
Tangan usil Celine tadi seketika berhenti, dia meresapi omongan dari Karina, jika di pikir ulang ada benarnya juga
" Terimakasih, soal saran nya akan ku pikir ulang... Ya sudah akan ku tutup pangilan nya"
( Ya sudah, sana tidur baca Do'a jangan lupa, dan salam sampai jumpa besok ya)
Percakapan mereka berhenti saat itu juga di akhir ceramah dari Karina, padahal di sekolah nampak waras anak itu, tapi nyata nya seorang geek