xxxx

391 Words
"Yoo wassup my sister" Celine merotasi kan matanya, jengah. Satu lagi kadal gurun yang siap menganggu aktifitas sakralnya, iya Sakral kini gadis itu tengah menikmati sorenya dengan acara maskeran timun dengan kondisi sedang asik menjadi cicak mati di lantai karpet berbulu " Astaga, adik ku mau cosplay jadi sayuran ya dik" Jangan di jawab jangan marah tahan, kecantikan mu adalah jawaban mendapatkan hidup di permudah kalau jadi kaum glowing Wanita itu membuat gestur senyum lalu melambaikan tangannya niat hati mengusir sang pengangu. "Cinderella ngak mau apa nyambut Abang sendiri" Pria tinggi itu mendudukkan dirinya di lantai bersebelahan dengan Celine yang tengah mirip kura-kura terlentang atau laba-laba terjengkang, entahlah yang mana yang akan lebih mirip. "Ngipiin di sini" pengucapan wanita dengan wajah penuh irisan tipis timun menjadikan nya berhati-hati tak bebas berbicara jika ia mangap lebar-lebar dapat di pastikan longsor sudah hasil karya nya. "Ngipiin di sini, mimining ini bihisi ipi" Balas pria itu balik tak kalah abstrud nya, bahkan Celine tak paham ia bicara apa. "Cinderella.. la..Lala..la" Gabut atau lagi kemasukan jin dari kampus nih manusia " Jangan ngangu aku kak, rusak masker ku" kini ia tak begitu peduli jika beberapa lembar timun-timunnya akan berceceran yang terpenting abangnya paham bahasanya dan tak menganggu aktifitas wanita nya, cuman ini hobby nya sebagai wanita. Sisanya Alibi. " marah-marah Mulu cepet tua tau percumah maskeran toh bakal keriput" Sial " Ayahhhh- Abang Angga, mulai kampret...." Celine sontak terduduk berteriak kencang hingga Angga mau tak mau berlari dari TKP, sudah hancur mood nya kini. Nanti ia akan membereskan kekacauan insiden timun rontok ini setelah selsai mengejar pelaku penyulut emosi nya. . Suasana makan malam terlihat ramai tak seperti dulu hanya ada ayah dan seorang anak gadisnya seusai di tingal almarhum sang istri, kini mereka berlima dapat menikmati suasana ramai nya suasana keluarga di malam hari namun selain dentingan alat makan mereka terdiam sunyi Bunda, wanita yang irit bicara dan terkesan misterius membuat suasana di meja makan tak akan cocok jika ada keributan mungkin Anggi menuruni sifat pendiam dari ibunya namun kadang dia sama sekali tak bisa di pahami terkadang baik kadang sadis apa dia penganut bubur tak di aduk ketika makan?, Lalu di samping Narendra ada sosok Angga kakak tertua dari adik-adiknnya dilihat jika dia diam seperti itu ia nampak seperti orang cerdas dari perguruan tinggi terkenal namun akan hancur sekejap ketika ia mulai bertingkah.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD