Bab 3

1108 Words
Setelah di antar Helena , asia pun bingung harus melakukan apa di dalam kamar nya , ia melihat buku di rak dinding seperti nya ia belum membaca buku itu sama sekali. Asia pun terfokus dengan buku bersampul merah muda dengan tali emas itu , tidak ada judul atau nama di sana , sebuah buku polos . Ia pun duduk di kursi belajar nya dan membuka buku tersebut kosong tidak ada tulisan sama sekali,ia pun membalik balikan lembar demi lembar tapi sama tidak ada catatan sama sekali. " Mungkin buku kosong" batin asia . Ia termenung memikirkan alur dari novel ini , awal pertemuan sudah terjadi tapi karena asia tidak merengek ikut dengan protagonis wanita,maka alur pun berubah. " Aku ingat buku ini ,di novel aslinya asia membagikan buku tersebut ke Selena dan selena menjadi lebih kuat , mungkinkah buku ini memiliki hal yang tersembunyi? Tanya asia bingung. Ia pun mencari barang yang bisa membantu mengetahui isi buku tersebut hingga tak sadar jari nya tergores gunting yang ada di dalam rak pensil . " Ahh, Astaga kenapa aku ceroboh sekali, menaruh gunting seperti itu" keluh asia dan darah di jari nya menetes di atas buku berwarna merah muda tersebut tiba-tiba cahaya menyilaukan menyinari kamar asia. Perlahan-lahan cahaya tersebut hilang dan buku tersebut pun ikut ilang. " Asia , apa yang terjadi" teriak Helena yang datang terburu-buru tidak hanya Helena saja yang ada di sana tepi juga dengan, Keith , selana , Aprilia , Paul, dan Maria . " Aku tidak tahu " jawab asia polos ia pun masih terkejut dengan apa yang terjadi kepada dirinya cahaya yang keluar dari sebuah buku polos , sehingga cahaya tersebut masuk ke dalam diri nya . " Astaga maaf kan hamba karena tidak sopan sebelumnya, salam kepada pendeta agung kuil eloqius de spanes semoga anda selalu dalam kebahagiaan, dan salam kepada tuan pedeta Paul , saintess Helena , Maria dan saintes nona Selena, jadi ada gerangan apa Kalian semua datang ke kamar sederhana saya dan terlihat begitu khawatir? " Tanya asia berusaha se sopan mungkin. " Tidak, tidak ada , asia kamu selalu membuat ku khawatir " jawab Helena frustasi sambil meluk gadis kecil itu dan memutar mutar tubuh asia kecil. Keith melihat datar ke arah asia , sementara selena sedikit ada rasa permusuhan dengan asia . " Nona asia , anda bisa ikut saya ke ruangan" kata keith sang pendeta agung. " Baik , pendeta agung" jawab asia . Ia pun mengekori sang pendeta dengan semua pertanyaan yang ada di benak nya dan mempertanyakan kolom biru yang ada di depan nya itu . " Apakah mereka melihat layar ini ?" Tanya asia di dalam benak nya . " Apakah karena cahaya yang masuk ke tubuh ku , sehingga bisa ada kolom biru ini ? Tapi kenapa warna nya biru bukan kah tadi warna cahaya nya emas ,terus buku nya berwarna merah muda yah walaupun ada tali emas nya , lupakan saja , lebih baik aku fokus ke depan dan mempersiapkan diri pertanyaan apa yang akan di tanyakan oleh pendeta di depan ku ini " . Bagun di depannya terlihat begitu megah, pilar pilar sama dengan lain nya bewarna putih, dengan ukuran yang memukau . " Terimakasih dewa karena aku bisa melihat bangunan bersejarah ini , walaupun memang ada tidak , sebenarnya hahaha" kata asia dengan tawa di dalam hati nya . [ " Hoho , tidak usah berterima kasih ini hanya bagunan sederhana"] . Dialog chat di dalam kolom berwarna biru itu . Asia terkejut untungnya ia tidak berteriak sebenernya ia ingin berteriak tapi ia ingat jika bersama dengan orang yang sangat susah untuk di hindari. " Hmm, apa sebenernya kolom ini , apakah seperti gim chat ?" Tanya asia dalam hati nya. [" Yah bisa di bilang seperti itu , tapi ini merupakan varikel" ] cahaya biru kembali menampilkan sebuah chat . " Varikel? Bukannya ini merupakan sarana komunikasi yang digunakan oleh para dewa , tunggu kenapa varikel muncul didalam diriku,bukan nya di salam selena itu ? Tunggu aku tidak mau menjadi masalah di dalam novel ini ". Jawab asia dan tentunya masih di dalam hati . Kolom chat hanya menampilkan emot tersenyum sebagai tanda persetujuan. " Jadi asia ,bisa jelaskan arti cahaya yang bersinar dengan aura kuat tadi ?" Tanya sang pendeta agung . " Cahaya dan aura kuat ? " Tanya ulang asia . " Yah benar ,asia kecil tidak melupakan nya bukan tadi di kamar anda terdapat sebuah cahaya yang mengguncangkan kuil eloqius de spanes bukan ?" Tanya Keith dengan penuh selidik. " Menjawab pertanyaan pendeta agung, saya tadi hanya mengetahui dan merasakan sebuah cahaya saja dan tidak merasakan sebuah aura kuat " jawab jujur asia kecil . Pendeta agung melihat ke dalam mata biru Aira ia mencari apakah terdapat sebuah kebohongan atau tidak dan tentunya tidak ada . " Apakah asia mengetahui cahaya apa itu ?"tanya kembali sang pendeta agung. " Saya tidak mengetahui nya wahai pendeta agung ,tapi sebelum cahaya itu muncul saya tergores di bagian jari say dan menetes di dalam buku , kemudian muncul cahaya yang menyilaukan itu " jawab panjang asia jujur. " Ohhhh.... Baiklah sebelum itu kemari lah letak kan tangan mu di atas bola kristal itu!" Perintah Keith dengan senyuman di bibirnya. Tapi entah mengapa asia merasa senyuman itu mematikan. " B...baik pendeta agung " jawab asia ia pun menghampiri bola kristal itu ,ia takut , takut nya bola kristal dapat mengetahui kolom biru yang ada di depan mata nya ini . Sementara Keith masih tersenyum begitu manis dan menatap asia . " Aku takut " kata asia didalam hati. [ Bola jelek itu tidak akan mengetahui keberadaan ku jadi kau bisa bersantai,hahahahaa ] tawa di dalam kolom biru tersebut yah walaupun tidak terdengar suara tawa , asia tau jika perkataan di dalam kolom chat tersebut sedang tertawa puas. Saat asia telah meletakkan kedua tangannya cahaya mulai bersinar perlahan. [ Aku baru ingat, jika kau mendapatkan berkah dari dari beberapa dewa dan Dewi yah walaupun baru empat berkah yang ada di dalam tubuhmu ] . Perkataan kolom chat tersebut membuat asia tercengang dan cahaya di depan nya pun bersinar begitu terang. " Dasar dewa sialan " maki asia di dalam hati. [ Dewa seni tertawa dengan berikan berkah nya ] [ Dewi cinta antusias dengan asia dan memberikan berkah nya ] [ Dewa penyembuhan bersemangat dan memberikan berkah nya ] [ Dewa petir tertarik dengan asia dan memberikan berkah nya ] Beberapa dewa Dewi yang belum bisa masuk ke dalam varikel merasa kesal dan ingin segera masuk dan memberikan berkah . Asia ingin menangis melihat itu semua dan ia semakin takut dengan pendata agung dibelakang nya yang mengamati dengan serius .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD