Bab 4

586 Words
Setalah pengetesan tersebut asia pun mendapat bimbingan langsung dari sang pendeta agung dan pendeta lain nya . " Kenapa kalian tidak bilang jika berkah dari kalian ini langsung menjadi sumber kekuatan ku ?" Tanya asia pada kolom chat di depan nya . Untung nya ia sudah di kamar nya sendiri misal ia masih di luar, ia tidak bisa membayangkan ekspresi yang ada di wajah kecil nya itu . [ Dewa seni mengangkat bahu nya ] [ Dewi cinta menampilkan Puppy eyes nya ] [ Dewa lain nya acuh tak acuh ] Asia yang melihat kolom tersebut pun hanya menghembuskan nafas nya . " Terserah untuk kalian , lebih baik aku fokus untuk membaca buku " kata asia putus asa . [ Dewa pengetahuan muncul di dalam varikel dan memberikan berkah ] [ Dewa yang belum berhasil masuk ke dalam varikel menggembungkan pipi mereka ] [ Dewa lain yang belum masuk ke varikel marah ] [ Dewa Dewi yang sudah di dalam varikel tertawa puas ] " Kenapa aku merasa para dewa ini sangat menikmati berada di dalam varikel ini dan begitu kekanakan-kanakan ". Asia kebingungan dengan tingkat laku para dewa dan Dewi . " Abaikan saja mereka" kata asia dan kembali fokus ke dalam buku nya , karena ia sudah mendapatkan berkah itu pun ia langsung memahami isi buku tersebut. [ Dewi cinta tertarik dengan asia yang membaca buku terlihat begitu anggun dan cantik] [ Dewa seni setuju dengan Dewi cinta] [ Dewa pengetahuan merasa puas dengan berkah yang diberikan nya ] [ Dewa petir begitu antusia] " aku beru tahu jika para dewa dan Dewi begitu tidak ada perkejaan, jika aku mendapatkan berkah dari para dewa dan Dewi lalu bagaimana dengan tokoh utama dalam cerita ini ?" Tanya asia kebingungan. [ Dewa penyembuhan memberi tahu jika saintees baru tersebut hanya mendapatkan berkah dari nya saja ] [ Dewa lain nya penasaran] [ Dewi cinta penasaran] [ Para dewa dan Dewi yang belum masuk ke varikel ingin segara masuk ] [ Dewa petir ingin menghancurkan pilar utama di kuil eloqius de spanes] [ Dewa seni setuju dengan ide tersebut] " Kenapa kalian ingin menghancurkan pilar tersebut" tanya asia bingung [ Dewa petir tidak suka dengan wanita yang disebut kan aisa ] " Ah , tidak perlu aku bisa mengatasi nya " jawab panik asia " dewa t***l kenapa ingin menghancurkan pilar tersebut, aneh " lanjut asia di dalam hati nya [ Dewa seni tertawa dengan pola pikir asia ] [ Para dewa setuju dengan pola pikir dewa petir ] Karena lelah Aisa memilih untuk tidur dan mempersiapkan diri untuk esok hari untuk bertemu dengan selena dan Keith . Di tempat lain Keith sang pendeta agung tengah di buat kebingungan dengan kekuatan asia ia yakin jika tidak hanya kekuatan penyembuhan saja yang didapatkan dari para dewa . Ia pun beranjak dari tempat tidur nya dan mengambil sebuah buku bercorak emas . " Asia siapakah dirimu sebenernya?" Tanya nya bingung. Sementara orang yang membuat keith kebingungan dan penasaran sudah terlelap begitu saja . Selana ia merasa kesal dengan gadis kecil bersurai hitam dan bermata biru cerah itu , ia ingin sekali merebut semua perhatian yang telah di peroleh asia . " Cihh , lihat saja nanti aku pasti akan memuat anak itu menangis saat pelajaran khusus itu , seharusnya aku yang mendapatkan semua perhatian dari pendeta agung dan seluruh orang yang ada di kuil ini " kata Selena emosi dan cemburu. Tidak ada yang mengetahui sifat iri hati dan egois Selena ia selalu berusaha polos dan rendah hati.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD