Bab 5

797 Words
Pagi hari yang cerah dengan kesibukan para penghuni kuil ,dari yang sudah mengobati orang yang membutuhkan pertolongan, membersihkan halaman kuil dan pendidikan formal dan pendidikan khusus untuk orang terpilih dan salah satu nya ialah asia , walaupun wajah nya memancar kan keceriaan ia sedikit tertekan dengan pembelajaran khususnya ini . " Aku harus siap dengan semua nya " kata asia menyakinkan diri. Ia sudah dibuat lelah dengan tingkah laku para dewa Dewi yang ada di dalam varikel dan kini ia harus menghadapi dua manusia yang sangat merepotkan. Asia memandang tempat belajar yang akan ia gunakan bersama selena dan sang pendeta agung , cukup luas walaupun hanya ada dinding saja . " Aku kira tempat nya bakalan indah , yah ternyata hanya sebuah ruangan kosong " batin asia kecewa . [ Dewa seni setuju dengan pendapat yang dilontarkan ] [ Dewa petir ingin menghancurkan bangunan kosong tersebut ] Asia berkedut kenapa dewa petir begitu sensitif. " Nona asia, selamat pagi semoga dewa memberkati anda " suara anak kecil yang terdengar merdu . " Selamat pagi nona Selena, semoga dewa memberkati anda " . Jawab asia dengan senyuman manis nya . Asia akui jika selana memang cantik dengan rambut coklat panjang gelombangnya dengan bola mat berwarna hijau, kulitnya putih bersih. " Tapi aku tak kalah cantik dengan Selena " batin asia di dalam hati nya . [ Dewi cinta setuju dengan perkataan anda ] [ Dewa petir lebih tertarik dengan wajah anda ] [ Dewa seni tidak mendapatkan kesan dari Selena dan lebih menyukai anda ] [ Dewa lain nya setuju dengan perkataan para dew dan Dewi ] Asia tersenyum melihat layar kolom di depan nya ini , walaupun para dewa dan Dewi terkadang suka berbuat aneh tapi asia bahagia karena ia datang di tempat ini seorang diri ( asia sudah menganggap para Dewa dan Dewi tersebut sebagai keluarga nya sendiri ) . Tak lama kemudian pendeta agung tiba. Aura kemuliaan nya terpancar dari wajahnya. " Selamat pagi, wahai pendeta agung ,dan pendeta Louis semoga para dewa dan Dewi memberkati " ucap asia dan Selena bersamaan dengan postur tubuh sedikit membungkuk. " Selamat pagi, nona Selena dan nona asia , semoga para dewa dan dewi memberkati kalian " jawab Keith dan louis bersamaan. " Asia , sebelum pembelajaran di mulai, apakah anda mengetahui syarat untuk menjadi seorang saintes ?" Tanya sang pendata agung. " Saya mengetahui, wahai pendeta agung, syarat nya ia lah di berkati oleh dewa penyembuhan,dapat mengelola *berkat* ( kekuatan, keselamatan, pengetahuan dll ) dengan benar dan hati seorang saintes harus lah bersih" . Jawab asia sembari menatap mata pendeta agung . " Apa yang di katakan asia benar baik lah sekarang,kita akan memulai dengan pengendalian berkat dari dewa penyembuhan , sehingga akan muncul potensi dan seberapa lama kalian bisa mengunakan kekuatan tersebut" jawab pendeta agung Keith . " Kalian bisa masuk ke dalam ruangan di dapan kalian tentu nya kalian akan berbeda ruangan di dalam susah terdapat pasien yang perlu kalian obati , setelah kalian selesai mengobati pasien ruangan akan terus berganti dan pasien nya pun akan bertambah " lajut Keith . Asia pun masuk ke dalam ruangan di depan nya ( berupa portal sihir bentuk dinding ) . " Wah gilakkk, aku masuk portal sihir, huhu ni kalo sahabat koplak ku tau pasti girang ,jadi kangen kehidupan pertama ku " batin asia muka nya pun terlihat sendu. [ Dewi cinta merasa sedih dan memberikan pelukan berupa emoticon ] [ Dewa penyembuhan memberi emoticon pelukan ] [ Dewa petir menghibur dengan menyalakan kembang api dari petirnya ] [ Dewa seni memberikan emoticon lucu ] Asia yang melihat reaksi para dewa dewi tersebut pun merasa terhibur. " Terima kasih semuanya, saya hanya rindu dengan orang orang yang mencintai saya di kehidupan pertama" jawab asia dalam hati dan wajah nya kembali ceria . Sementara Keith dan Louis melihat bola pengawas merasa heran dengan perubahan ekspresi asia. " Pendeta agung, kenapa nona asia terlihat begitu sedih? Apakah ia merindukan kedua orang tuanya? " Tanya Louis bingung. " Entah lah , dia selalu menyembunyikan perasaan nya " jawab Keith ia sendiri pun penasaran kenapa asia berubah mood secara drastis walaupun gadis kecil tersebut langsung ceria lagi. Sementara Selena ia sudah di hadapan dengan pasien awalnya ia berjalan lancar saat menyembuhkan pasien berjumlah 1-8 orang dan saat ia akan melangkah ke ruangan depan nya ia terlihat begitu letih. " Sial, Aku tidak menyangka di kamar pertama aku begitu mudah untuk menyembuhkan pasien itu , sampai aku tiba di kamar ke empat mengapa begitu sulit, dan penyakit nya pun berbeda beda, jika begini terus aku akan kalah dari bocah tengik itu " keluh Selena . Louis dan pendeta agung keith terkejut dengan umpatan yang dilontarkan oleh Selena mereka selama ini mengira jika selena adalah orang yang lembut dan tidak pernah berbicara kasar.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD