“Nin, capek ya?” Sedari tadi Nina hanya diam saja bahkan sekarang ini ketika mereka berdua sedang berjalan pulang. Padahal, biasanya paling tidak mereka akan bercerita hal-hal yang random dan tidak penting, pokoknya ketika mereka berdua berjalan, tidak ada kata hening. Lalu, ketika melewati jalanan yang penuh penjual makanan, Nina tak mengatakan apapun juga di mana biasanya perempuan itu sellau mampir untuk membeli sesuatu yang bisa di makan selama mereka berjalan pulang. Nina aneh, ah Winta tak tahu apakah Nina sedang aneh atau memang temannya itu sedang tidak enak badan yang akhirnya tak banyak bicara seperti biasanya. Winta menahan tangan Nina, membuat perempuan itu menghentikan langkahnya. Nina menatap Winta dengan tatapan seperti biasanya, tetapi ekspresinya sungguh kosong. Nina han

