Nina sempat berpikir, sebenarnya hubungan mereka mau dibawa ke mana. Masih seumur jagung, bahkan masih belum genap satu bulan. Seharusnya Nina bisa enjoy dengan hubungannya dengan Brian. Tetapi, setiap menit walau tak setiap hari, ada saja pikiran semcam itu. Dirinya sudah mendapatkan Brian, laki-laki yang ia cintai selama bertahun-tahun ini. Lalu, setelah ini apa? Yah, seperti manusia normal lainnya, keduanya berpacaran. Setelahnya, tak ada lagi. Terkadang Nina berpikir dan membayangkan jika akan lebih baik jika Nina tak pernah saling mengenal dengan Brian dan hanya dirinya lah yang menyimpan perasaan pada laki-laki itu. Jika memang seperti itu, bisa saja hidupnya akan damai sampai sekarang. Ia tidak akan pernah mendapatkan komentar-komentar buruk dari orang-orang dan dicap sebagai peru

