Part 8

804 Words
Akhirnya hujan pun turun dengan derasnya dan disertai petir yang menyambar, suasana yang syahdu untuk menggulung diri dengan selimut dan menikmati mimpi indah, apalagi dengan perut yang sudah terisi ... Sangat mendukung. Dikamar Lastri sedang menidurkan putri kecilnya Zaina, karena takut petir gadis kecil itu minta dikelonin ibunya hingga terlelap. "Sudah tidur bu, Zainanya? " Tanya Arif pada Lastri "Sudah, baru saja tidur pak, gimana? " "Heheh giliran bapaknya dong yang dikelonin biar tidur, dah lama gak dinina boboin kan kangeeeen bu" Goda Arif pada istrinya sambil mengerlingkan satu matanya dan ber genit ria dengan orang yang sangat dicintainya itu. "Ih kamu genit banget si pak, Zaina baru tidur tuuuh tar kalau bangun gimana" Elak Lastri. "Alaaah gak bakalan bangun wong baru tidur kok, ayolah bu mumpung diluar hujan kan cuaca mendukung banget" Rengek Arif seperti anak kecil yang minta dibelikan jajan. Arif memeluk tubuh Lastri dan memulai pemanasan dengan membelai lembut wajah Lastri dan mengulum bibirnya. Lastri pun membalas ciuman suaminya, suasana menjadi sangat panas, mereka b******u diirringi suara derasnya hujan yang turun membasahi bumi. Mereka terlelap hingga pagi dan dibangunkan oleh suara Jago tetangga yang dengan lantang membangunkan insan yang sedang terlelap. Arif segera bangun dan bergegas membersihkan diri dan bersiap untuk jamaah subuh ke masjid seperti biasanya. Arif memang orang yang taat dan selalu meluangkan waktunya untuk berjamaah ke masjid. "Bu aku ke masjid dulu yaaa" Pamit Arif pada istrinya. "Iya pak, aku juga mo mandi dulu" Jawab Lastri. Lastri bergegas beranjak dari peraduannya dan membersihkan diri kemudian sholat dan pergi ke dapur untuk memasak.Hari ini dia mau masak yang simple dan cepat karena dia ada janji dengan temannya si Fira untuk menemaninya pergi shopping ke kota,mereka akan membeli seragam senam untuk rombongan senamnya. "Assalamu'alaikum .... " Suara Arif memberi salam saat masuk rumahnya. "Wa'alaykum salam warrohmatullahi wabarokaatuh" Jawab Lastri dari dapur. Arif langsung menuju ke dapur untuk melihat istrinya yang sedang masak. "Masak apa bu ... Aku dah laper niiiih kan habis olahraga semalem" Senyum Arif menggoda istrinya. "Masak telor ceplok balado sama sayur oyong di loncom dikasih bihun" Jawab Lastri. "Wah enak nih kesukaanku oyong diloncom, terus si Zaina mo dimasakin apa bu" "Biasalaaah kesukaan putrimu, ayam tepung ala roket chicken" "Owh ... Dah mateng belum sayurnya, aku beneran laper banget ini. Maruk habis sakit soalnya dan sekarang bawaan pengen makan mulu" "Bentar lagi mateng kok, oya pak nanti aku mo nemenin Fira ke kota mo cari seragam buat rombongan senam, boleh yaaa nanti Zaina tak titipin ke ibu soalnya kalo diajak tar kecapean " "Sama Fira aja atau ada yang lain" "Iya berdua aja sama dia, gimana ... Boleh yaaa" Jawab Lastri merajuk agar diberi ijin suaminya untuk menemani Fira. "Ya udah boleh pergi tapi ingaaaat jangan lama lama, kasian ibu dititipin Zaina nanti jadi kecapean" Akhirnya Arif memberi ijin Lastri untuk pergi meski hatinya jadi ragu dan khawatir jangan-jangan nanti ketemu orang yang dibilang Zamil kemaren. Dia masih kepikiran tapi belum berani bertanya langsung pada istrinya, dia menunggu waktu yang dirasa tepat untuk menanyakan semuanya. Seperti biasa Arif pergi ke pasar untuk melihat keadaan tokonya yang semakin ramai, dia sudah bisa mengendarai sendiri sepeda motornya jadi tidak perlu lagi Lastri mengantarnya ke pasar seperti hari-hari kemarin saat dia belum bisa berkendara sendiri. Setelah selesai urusan dapurnya Lastri segera memandikan anaknya dan kemudian menyuapinya sarapan pagi. Biasanya Zaina akan makan sendiri tapi karena Lastri sedang buru-buru mau pergi jadi dia memutuskan untuk menyuapinya saja agar lebih cepat. "Ayo sayang cepet kunyah makanan di mulutmu, jangan di emut kayak permen dong. Kita mo kerumah mbah, nantikamu sama mbah dulu ibu ada urusan nemenin tante fira belanja beli seragam." "Zaina ikuuuut gak mau sama mbah, pokoknyaikut ibu titik" "Sayaaaaang kamu sama mbah dulu kan nanti ibu bawa belanjaan terus kamu ditaruh dimana dong kalau ikut ibu? Janji deh nanti dibeliin silverqueen sama yoghurt cimory squishy yaaa" Seperti biasa terjadi tawar menawar yang alot, akhirnya Zaina mau ditinggal sama mbahnya dengan syarat minta dibelikan makanan kesukaannya saat ini yaitu yoghurt cimory squishy sama silverqueen. Lastri bergegas pergi mengantar Zaina kerumah neneknya yang tak begitu jauh jaraknya dari rumah Lastri. Sesampainya disana Zaina kembali bikin drama tidak mau ditinggal dan maksa pengin ikut, dia bahkan nangis guling-guling, tantrumnya kumat. Akhirnya Lastri tidak jadi menitipkannya pada mertuanya, dari pada jadi tontonan tetangga kan malu akhirnya dia memilih untuk membawanya serta. "Hu hu hu ... Aku nggak mau ditinggal sama mbah, pokoknya ikuuuut hwa ... Hwa... Aaaa" "Aduh gimana ini Las, diagak mau ditinggal nanti malah bikin repot aku kalau dia dah gini susah nenanginnya, bakalan lama nanti dia jengkelnya" Kata mertua Lastri "Ya udahlah bu biar tak bawa aja, maluini jdi tontonan gratis anak-anak dan ibu-ibu disini" "Yowes sana berangkat, hati-hati dijalan yaaa dan cepet pulang kamu jangan mampir-mampir lagi" "Nggih bu, saya berangkat dulu sama Zaina, ayok salim sama mbah sayangnya ibu"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD