Chika tengah sibuk memasak nasi goreng kesukaan suaminya, padahal Irvan sudah melarang agar tidak usah masak.
tapi Chika malah ngotot, katanya ngidam pengen masakin Irvan.
mau gak mau Irvan izinin dong kan ngidam.
Irvan yang baru bangun langsung menuju kamar mandi, tak butuh waktu lama untuk Irvan membersihkan diri dia langsung ke bawah menyusul sang istri.
Irvan tersenyum melihat Chika tengah asyik menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
gemes banget sih istriku ketika lagi masak, kelihatan tambah seksi apalagi lagi hamil begini.
jadi makin cinta si Irvan jadinya .
" sayang wangi banget, mas sangat lapar mencium aroma masakan mu ".
Irvan langsung duduk di meja makan.
" tentu sayang, ini nasi goreng spesial untuk suamiku tercinta" Chika sudah lihai menggombali suaminya .
tentu Irvan sangat senang berselang lima menit mereka berdua menikmati sarapan masing-masing.
tiba-tiba mama datang.
Chika langsung memeluk sang ibu
" assalamualaikum sayang, ehh kebetulan lagi sarapan mama bawain cumi saos Padang kesukaan kamu nak, mama kira kamu gak masak kan lagi hamil" mama penuh perhatian .
"aku bosan ma kalau cuma diam diri di rumah jadi aku cari kesibukan" wajah Chika cemberut.
" dia bandel ma dibilangin , Irvan sudah melarang eh malah ngotot maksa lagi .bilang lagi ngidam masak lah .kan aku jadi gak tega ma" ujar Irvan..
Chika cengengesan mendengar suaminya mengadu pada sang mama tercinta .
" udah-udah ayo makan, mama siapin untuk kalian" mama langsung mencari mangkok dan menyalin makanan yang dibawa.
mereka bertiga menikmati makanan masing-masing.
papa gak datang karena tadi papa Langsung kekantor setelah mengantar mama, ada meeting katanya.
nanti malam sepertinya papa akan kesini sekalian nginap dirumah mereka berdua .
diumur mama yang memasuki lima puluh tahun wajahnya masih kencan , karena perawatan yang cukup membuat mama kelihatan umur 40 an lebih muda dari umurnya.
" sayang kamu gimana kabarnya dengan Irvan kalian akur kan, Irvan sayang kan sama kamu" mama bertanya..
" Alhamdulillah sayang dong ma, mas Irvan itu sangat menjaga hati aku terlebih ketika mas Irvan tau aku hamil..pokoknya dia jadi ekstra untuk menjaga aku
mama tenang aja pilihan mama dan papa memang yang terbaik"...
" mama lega dengarnya mama fikir kamu gak bahagia dengan pernikahan kalian, ternyata mama salah anak mama sangat bahagia kelihatan nya.
jujur mama merasa bersalah menjodohkan kalian, tapi sekarang perasaan mana lega karena Irvan memperlakukan kamu bagaikan putri.." mama langsung memeluk Chika..
Chika mengangguk dan menintikan air mata , terharu mendengar ucapan mama.
***
malam pun tiba makanan sudah tersedia di atas meja, mama memasak banyak hari ini.
kami berdua menunggu papa dan mas irvan pulang baru kita makan bersama.
deru mesin mobil terdengar dari luar, Chika langsung membukakan pintu. tampaklah Irvan dan papanya dengan wajah capek.
mungkin karena bekerja di kantor menguras semua tenaga mereka.
Chika terlihat iba menatap kedua jantung hatinya itu .
" mas mandi dulu ya sayang" Irvan menyalami istrinya .
Chika mengekori Irvan menuju lantai atas dimana kamar mereka berada.
berselang setengah jam mereka sudah duduk di meja makan dan menikmati makanan yang dibuat oleh mama.
"gimana kerjaan kamu Van lancar..??" papa bertanya .
"Alhamdulillah lancar pa, sekarang Irvan sedang bekerja sama dengan perusahaan global company" ujar Irvan..
"global company itu perusahaan Reza ya teman papa waktu kuliah..??"" papa bertanya .
" betul pa, om Reza merintis dari nol sekarsng perusahaan itu sudah berkembang pesat.." ..
" wah hebat sekali dia" ujar papa
Chika dan mama tengah menyimak ucapan dua lelaki dihadapan mereka itu ..
****
Di dalam kamar Chika dan Irvan sudah merebahkan tubuh mereka, karena capek dengan aktivitas harian.
"gimana kandungan kamu sayang, apa sikecil rewel didalam" Irvan bertanya .
Chika tersenyum " Alhamdulillah sehat mas, dedem gak rewel didalam sini Daddy".. menirukan suara anak kecil..
Irvan terkekeh mendengar kata Daddy untuknya, gak nyangka aja sebentar lagi Irvan akan menjadi seorang ayah.
Irvan mengelus perut sang istri " kamu sehat-sehat di dalam ya sayang, jangan rewel ya jangan bikin mommy kelelahan,
kasihan mommy" ...
"iya dad, aku janji" Chika terkekeh dengan ucapannya .
Irvan memeluk istrinya agar Chika tidur dengan nyenyak.
paginya Chika tengah asyik membantu mama di dapur menyiapkan sarapan mereka.
Irvan yang baru bangun melihat ke sampingnya ternyata tak ada istrinya disana.
beralih ke kamar mandi juga kosong 'dimana dia' irvan bergumam.
akhirnya Irvan memutuskan membersihkan diri terlebih dahulu sebelum ke bawah.
tidak butuh waktu lama makanan sudah tertera dimeja makan, Chika berencana membangunkan suaminya.
belum sempat Chika menginjakan kaki ke atas Irvan sudah turun terlebih dahulu.
Irvan langsung mencium bibir sang istri "morning sayang, " Irvan melupakan mertuanya disana.
mama melihat hanya tersenyum senang , disana rumah tangga mereka baik-baik saja.
malah tambah romantis sekarang..
muka Chika langsung merah merona karena malu dengan suaminya itu. tentunya malu sama mamanya juga.
tapi Irvan terlihat santai dan nyengir ke arah mertua nya.
mereka langsunh menyantap sarapan pagi ini..
hari ini mama dan papa akan pulang, yah sepi lagi deh rumah .
nanti Chika berencana mengajak kedua sahabatnya untuk menonton dan jalan-jalan.
Chika sudah sangat bosan dirumah, terlebih tidak ada teman pasti sangat sepi.
Irvan selalu mengizinkan istrinya itu yang penting pergi dengan teman ceweknya, tidak dengan laki-laki bisa dikatakan Irvan sekarang ini
jealous man .
tapi Chika suka suaminya yang cemburuan, berarti Irvan sangat mencintai dirinya.
" sayang mas berangkat ya, ma aku berangkat ya" mencium dan menyalami istri dan mertuanya.
papa sudah lebih dulu pergi karena ada meeting diluar, jadi papa buru-buru.
Chika melambaikan tangan nya pada sang suami.
" bagaiman pilihan mama, kamu sangat mencintainya bukan" ujar mama..
" heheheh, iya ma mama is the best deh mas Irvan sangat romantis..." Chika membanggakan suaminya.
"dulu aja gak mau ma aku masih mau kerja, eh sekarang malah bucin parah" mama menyindir dan menyenggol siku anaknya.
Chika hanya tertawa mendengar ibunya itu, memang pilihan orang tua itu yang terbaik..
semoga kami berjodoh dunia akhirat
karena Chika sangat takut kehilangan suami tercintanya
..
dikantor
" pagi pak Irvan, ada klien di ruang rapat ingin bertemu bapak..seharusnya jadwalnya siang nanti pak..tapi berhubung pak Reza mau terbang ke Singapura jadi mempercepat jadwal ketemu...maaf pak saya belum kabari bapak" sekretaris tampan itu bicara
ya sekretaris Irvan laki-laki karena Irvan gak mau mengambil perempuan yang nanti akan sangat merepotkan sekali katanya...
" baik, siapkan berkasnya saya langsung kesana " Irvan tengah bersemangat menjalankan kerja samanya dengan pak Reza karena beliau sangat memotivasi dirinya...
dua jam diruang rapat akhirnya selesai...
'" maaf pak Irvan saya mempercepat jadwal kita, soalnya saya harus terbang siang ini menemui istri saya yang sedang sakit di negri tetangga.." ujar pak Reza..
" justru suatu kehormatan bagi saya pak, semoga istri bapak cepat sembuh dan kerja sama kita berjalan lancar." Irvan menyalami rekan bisnisnya itu ..
****
maaf baru sedikit bab???