Reza tersenyum kearah Irvan matanya langsung tertuju Gadis cantik di sebelah temannya itu.
sepertinya Reza cukup tertegun karena memang dia mengenal gadis itu.
ya dia Chika Anindya pratama, gadis yang selama ini dia cari ke semua penjuru tapi tidak menemukannya .
malah sekarang wanita itu berdiri di depannya, cukup kaget karena ternyata Chika sudah menikah.
Reza tau Chika orang indonesia tapi dia tidak tau alamatnya karena Chika cukup rapat menutup identitas nya.
" ayo masuk pak Reza, anggap saja rumah sendiri .... oiya kenalkan ini istri saya Chika...
Reza tersenyum ramah dan mengulurkan tangan pada Chika .
" kami sudah saling kenal mas, kak Reza ini senior aku waktu kuliah di new York dulu" ...
Reza tersenyum canggung " benar pak Irvan kami sudah saling mengenal, oiya Chika gimana kabarnya sekarang...??? dengar-dengar kamu sudah lama pindah dari sana ya...???
" iya kak, aku pulang ke Indonesia untuk menikah jadi aku vakum dari kerjaan juga.. btw kakak disini kerja ..??" ujar Chika.
Reza mengangguk " dan ternyata suami kamu adalah rekan kerjaku, sungguh kebetulan sekali ya"...
Irvan menyimak perbincangan antara dua insan itu, ada rasa ke khawatiran di wajahnya.
entah cemburu atau apa namanya yang jelas Irvan agak sedikit risih .
tujuan nya membawa ke rumah agar kerja sama mereka tak ada kendala . ini malah dia khawatir istrinya di ganggu.
kelihatan Reza mencintai istriku..
itu yang ada di pikiran Irvan sebagai laki-laki dia mengerti dengan arti tatapan Reza pada Chika.
Flashback on
"Chik, kamu kemana aja kakak sudah menunggu dari tadi Lo" ujar Reza.
Chika cengengesan..
"hehehe maaf ya kak, tadi tu aku ketiduran jadi telat deh
jadi kak jalan sekarang"...
mereka sudah janjian jalan-jalan sore ini.
menikmati suasana baru di sini.
Reza sudah mencintai Chika dari awal bertemu .
ya mereka bertemu di sebuah cafe dekat dengan kampus Chika sedang menelepon pakai bahasa Indonesia dengan temannya yaitu araa.
mereka melepas rindu satu sama lain.
Reza kaget berarti mereka sama-sama dari Indonesia dia cukup menunggu sampai akhirnya Chika memasukan telpon genggamnya ke dalam tas.
tiba-tiba ada yang datang duduk dan memperkenalkan diri dan ternyata mereka satu jurusan tapi beda tingkat saja.
mulai dari sanalah mereka dekat karena Chika hanya sendiri disini.
jadi dapat teman dari Indonesia.
" Chik kit amalan dulu yuk Kakak lapar" ujar Reza.
Chika mengangguk tanda setuju mereka menikmati sefood terdekat.
sampai akhirnya waktu malam pun tiba mereka sudah berkeliling dari tadi kaki Chika terasa pegal dan ingin merebahkan tubuhnya sekarang juga.
akhirnya mereka sepakat untuk pulang.
dari situlah mereka semakin dekat berbulan-bulan telah berlalu sampai bertahun-tahun lamanya Reza tidak ada kabar .
karena dia disibukan turnamen ke negara-negara seperti Turki, Vietnam dan masih banyak lainnya.
karena memang dia sangat pintar.
Chika awalnya sangat sedih karena kehilangan sahabat sebaik Reza tanpa kabar dan tanpa pamit dan menghilang begitu saja...
jadi lama kelamaan Chika mulai terbiasa dan setelah Chika tamat dan memimpin perusahaan ayahnya dia sangat fokus pada kerjaan dan ingatan tentang Reza sudah hilang di telan bumi sama seperti orangnya.
dilain tempat Reza yang tidak ada kabar sama sekali sengaja katanya biar perempuan itu rindu akhirnya memutuskan untuk kembali ke new York.
dia berencana melamar sang pujaan hatinya.
tapi apalah daya dia tidak menemukan pujaan hatinya itu .
kenapa malah sekarang dia merasa sangat kehilangan.
padahal aku yang memulai untuk tidak menghubungi nya..
tapi kenapa sekarang dia hilang di telan bumi.
Reza sangat kacau saat itu dia tidak bisa menemukan keberadaan Chika hingga berbulan-bulan bersedih akhirnya Reza mulai bangkit lagi dan bekerja di perusahaan miliknya yang sudah iya bangun sejak kuliah.
...
dia sangat pintar berbisnis dan juga dari keluarga kaya pantas saja Reza mendapatkan semuanya dengan usaha tentunya.
tujuan untuk melamar Chika hilang sirna begitu saja.
dia bertekad menyibukkan diri kantor .
dan setelah dua tahun di new York Reza diharuskan pulang ke Indonesia karena sang ayah menghembuskan nafas terakhirnya akibat sakit jantung yang ayahnya derita .
makanya Irvan memulai bisnis ayahnya...
Flashback off
Mereka menikmati makanan yang sudah disiapkan Chika.
" ini kamu masak semua Chik ..?? ujar Reza
Chika mengangguk dan tersenyum " hehe iya kak...!!!apa ada yang kurang ya ...???" Chika bertanya takut-takut ..
" ini sangat enak Chika aku suka " ujar Reza menjawab .
Reza kepikiran dengan kata-kata nya yang terakhir apa nanti Irvan akan salah paham ya.
aduh mulut ini tidak bisa di kontrol apa..
"hhheeemmm.....!!!! " Irvan berdehem memecah keheningan.
" ayo ditambah kalau begitu pak reza istri saya memang jago masak, makanya setiap hari saya pulang cepat agar dapat mencicipi makanan istri saya ini". ujar irvan sambil mencium tangan Chika..
dia sengaja melakukan itu agar Reza sadar Chika Sudah memiliki suami yang tampan lagi.
Reza tersenyum kikkuk karena sangat cemburu melihat kemesraan mereka berdua.
Chika tidak tau kalau reza mencintainya dalam diam.
dis menganggap seperti abangnya sendiri tak lebih.
tapi Reza sangat berharap bisa menikahi gadis itu, tapi apalah dayanya gadisnya Sudja menikah dengan orang lain.
tidak mungkin dia menganggu rumah tangga orang.
****
" terimakasih jamuan makan malamnya pak Irvan saya sangat senang dan sangat merasa terhormat atas undangan ini. lain kali saya yang undang untuk makan diluar ya ajak istri bapak juga " ujar Reza
...
' enak aja Bilang aja lu mau deketin bini gue, gue Bohol leher loh '
Irvan hanya sanggup bicara dalam hatinya.
" ya sudah saya pamit dulu ..selamat malam " ujar Reza dan tersenyum ke arah Irvan dan juga Chika.
*****
tinggal bertiga
" kamu senang ketemu Reza tadi ..??? " ujar Irvan.
pertanyaan macam apa itu, senang apanya.
kan memang kita harus menghormati tamu...
" maksudnya mas..." aku gak ngerti...
wajah Irvan tampak kesal " dia itu sepertinya suka sama kamu deh, kelihatan dari cara pandang nya".
" enggak mungkin mas, dia tu sudah aku anggap Abang sendiri mana mungkin aku mencintai orang yang sudah aku anggap saudara." jawab Chika...
Irvan tampak berbinar mendengar ucapan sang istri.
dia hanya takut Chika dulu pernah mencintai Reza kampret itu.
enak aja mandangin istri orang di depan suaminya lagi...
gak tau diri kali ya awas saja sampai melirik istriku lagi akan ku copot bola mata mu itu aku kasih sama buaya darat.